Lingkup.id, Subang Puluhan warga yang didominasi ibu-ibu menggeruduk kandang ayam di Desa Ciasembaru, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Senin (16/2/2026).
Aksi tersebut dipicu keberadaan kandang ayam yang dinilai mencemari lingkungan dan mengganggu kesehatan warga sekitar.
Warga berkumpul di depan bangunan kandang ayam sambil menyuarakan tuntutan agar operasional kandang dihentikan.
Kandang ayam yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Ciasembaru itu disebut dibangun di tengah permukiman warga sehingga menimbulkan bau tak sedap serta lingkungan menjadi kumuh dan kotor.
Selain aroma menyengat, warga juga mengeluhkan banyaknya lalat yang masuk ke rumah-rumah mereka. Kondisi tersebut dikhawatirkan berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan seperti infeksi saluran pernapasan dan infeksi kulit.
Selama kurang lebih dua jam berunjuk rasa, tidak ada satu pun perwakilan pemerintah desa yang menemui massa aksi. Warga yang mulai kehilangan kesabaran kemudian mendatangi kantor desa dan mendesak pemerintah setempat segera menutup kandang ayam tersebut.
Salah seorang warga, Ratih Dede Fitri, mengatakan keberadaan kandang ayam sudah sangat meresahkan.
“Kami minta kandang ini ditutup atau dipindahkan. Baunya menyengat sekali, lalat banyak, anak-anak jadi sering batuk dan gatal-gatal,” ujarnya.
Hal yang sama juga dikatakan Dede Fitri, sejak adanya kadang ayam tersebut, selain banyak lalat, aroma baru tidak sedap juga kerap tercium di lingkungan di wilayahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Ciasembaru, Indah Aprianti, menyatakan tuntutan warga akan menjadi agenda pemerintah desa. Ia memastikan dalam waktu dekat kandang ayam tersebut akan dipindahkan ke lokasi yang lebih jauh dari permukiman warga.
“Aksi warga ini menjadi perhatian kami. Dalam waktu dekat kandang ayam akan kami pindahkan. Namun prosesnya membutuhkan persiapan, terutama terkait penentuan lokasi baru,” kata Indah.
Indah menambahkan, pihaknya menargetkan dalam tujuh hari ke depan proses pemindahan sudah mulai direalisasikan. Ia juga meminta warga untuk bersabar sembari pemerintah desa menyiapkan tempat yang dinilai lebih layak dan tidak mengganggu lingkungan permukiman.
Menurutnya, banyaknya lalat di sekitar kandang selain dipengaruhi musim hujan juga karena kondisi cuaca yang tidak menentu sehingga mempercepat perkembangbiakan lalat.
Pemerintah desa berkomitmen menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat dengan memindahkan kandang ayam ke lokasi yang lebih aman dan jauh dari rumah warga.(Hry)


