Lingkup.id Jawa Barat Bandung Raya 250 Mahasiswa Ilkom Unpas Ikuti Workshop SKPI Broadcast Bersama IJTI Jabar
Bandung Raya Informasi Jawa Barat Pendidikan Serba - Serbi Sosial & Gaya Hidup

250 Mahasiswa Ilkom Unpas Ikuti Workshop SKPI Broadcast Bersama IJTI Jabar

Banner Iklan 1400 x 181

Lingkup.id, Bandung – Sebanyak 250 mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Pasundan mengikuti Workshop SKPI Broadcast di Kampus Fisip Unpas, Jalan Lengkong Besar No. 68, Kota Bandung, Jumat (13/2/2026).

 

Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Prodi Ilmu Komunikasi Unpas dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Jawa Barat dalam penguatan kompetensi broadcasting dan jurnalistik penyiaran bagi mahasiswa tingkat akhir.

 

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan antara Ketua Prodi Ilmu Komunikasi Unpas, Vera Dermawan, dan Ketua IJTI Jawa Barat, Mujib Prayitno.

 

Vera Hermawan, S.Ikom, M.Ikom mengatakan, workshop ini menjadi bagian dari upaya kampus menyiapkan lulusan yang siap menghadapi perubahan industri media.

 

“Industri penyiaran terus bergerak mengikuti perkembangan teknologi. Mahasiswa perlu dibekali kompetensi praktis agar siap masuk ke dunia kerja,” ujar Vera di sela kegiatan.

 

Mahasiswa semester delapan yang menjadi peserta mendapatkan pembekalan teori sekaligus praktik jurnalistik televisi, mulai dari pemahaman industri media hingga produksi konten.

 

Pemateri pertama, akademisi dan praktisi jurnalistik televisi Iman S Nurdin, memaparkan tantangan sekaligus peluang konvergensi media penyiaran di era digital.

 

Menurut Iman, perubahan lanskap media justru membuka ruang profesi baru di dunia jurnalistik.

“Konvergensi media menciptakan profesi baru, mulai dari data analis, media spesialis, hingga peran-peran strategis lain yang sebelumnya tidak ada,” katanya.

 

Ia menambahkan, jurnalis masa kini tidak lagi cukup menguasai liputan dan penulisan naskah.

“Jurnalis harus multitalenta. Satu liputan bisa diolah untuk televisi, portal berita, hingga media sosial,” ujarnya.

 

Sementara itu, Ketua IJTI Jawa Barat Mujib Prayitno membekali peserta dengan teknis dasar produksi video jurnalistik, mencakup penulisan naskah, teknik wawancara, dan editing.

 

“Penguasaan dasar produksi video menjadi bekal penting bagi calon jurnalis televisi agar mampu bekerja secara profesional di lapangan,” kata Mujib.

 

Pemateri berikutnya, Baban Ganda Purnama, mengulas pemanfaatan artificial intelligence (AI) dalam dunia media. Ia menekankan AI dapat menjadi alat bantu, bukan pengganti jurnalis.

 

“AI bisa membantu riset dan verifikasi awal, tetapi keputusan editorial tetap harus dipegang jurnalis,” ujarnya.

 

Pada sesi penutup, Ridwan NK memaparkan peluang distribusi produk jurnalistik melalui media sosial.

 

“Media sosial kini menjadi kanal penting untuk menjangkau audiens dan mengukur dampak karya jurnalistik,” kata Ridwan.

Exit mobile version