Lingkup.id, CIAMIS – Bank Indonesia terus memperkuat perannya sebagai katalisator pengembangan ekonomi syariah dan pemberdayaan UMKM di daerah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Jalinan Sinergi Ekonomi Syariah (JAZIRAH) x Ciamis Creative Expo (CCE) 2026 yang digelar pada 5–7 Juni 2026 di kawasan Karangkamulyan, Kabupaten Ciamis.
Melalui kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian Road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) 2026 tersebut, Bank Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Ciamis dan berbagai pemangku kepentingan berupaya memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah yang inklusif, produktif, dan berdaya saing di wilayah Priangan Timur.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya, Laura Rulida Eka Sari, mengatakan JAZIRAH x CCE 2026 menjadi salah satu instrumen strategis Bank Indonesia dalam memperluas implementasi ekonomi syariah di daerah melalui penguatan UMKM halal, perluasan akses pembiayaan syariah, peningkatan literasi masyarakat, hingga digitalisasi sistem pembayaran.
“Bank Indonesia memandang ekonomi syariah sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru yang memiliki potensi besar untuk mendorong perekonomian daerah. Karena itu, kami terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan agar ekosistem ekonomi syariah dapat tumbuh secara berkelanjutan,” ujar Laura.
Menurutnya, pengembangan ekonomi syariah tidak dapat dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, lembaga keuangan syariah, pelaku usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat untuk menciptakan ekosistem yang mampu memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Sebagai bentuk konkret dukungan terhadap pengembangan industri halal, Bank Indonesia Tasikmalaya turut mendorong pembentukan Zona KHAS (Kuliner Halal, Aman, dan Sehat) di Rest Area Karangkamulyan. Selain itu, Bank Indonesia juga melakukan pendampingan sertifikasi halal kepada 15 UMKM yang beroperasi di kawasan tersebut.
“Pendampingan halal yang kami lakukan merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas produk, daya saing usaha, dan akses pasar bagi UMKM. Kami ingin pelaku usaha lokal mampu menjadi bagian dari rantai nilai halal yang semakin berkembang di tingkat regional maupun nasional,” katanya.
Selain penguatan sektor halal, Bank Indonesia juga mendorong percepatan digitalisasi ekonomi melalui edukasi transaksi digital dan perluasan penggunaan QRIS sebagai instrumen pembayaran yang aman, mudah, dan efisien.
Melalui JAZIRAH x CCE 2026, Bank Indonesia menghadirkan berbagai program pemberdayaan masyarakat seperti showcase UMKM halal dan ekonomi kreatif, business matching pembiayaan syariah, workshop UMKM go digital dan go halal, talkshow ekonomi syariah, serta edukasi keuangan syariah bagi masyarakat.
Laura menegaskan bahwa seluruh program tersebut dirancang untuk memperkuat kapasitas UMKM agar mampu naik kelas dan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kami berharap sinergi yang terbangun melalui JAZIRAH x CCE 2026 dapat memperluas akses pembiayaan, meningkatkan literasi ekonomi syariah, memperkuat industri halal, serta melahirkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu mendorong ekonomi daerah tumbuh lebih inklusif dan berdaya saing,” ujarnya.
Ke depan, Bank Indonesia berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dan inovasi program dalam mendukung pengembangan UMKM, digitalisasi ekonomi, serta perluasan ekosistem halal sebagai bagian dari upaya menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Priangan Timur.


