Lingkup.id, Tasikmalaya – Perjalanan mudik yang melelahkan kerap menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat yang pulang ke kampung halaman. Namun, pengalaman berbeda dirasakan para pemudik yang melintas di kawasan Alun-alun Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya.
Di lokasi ini, Pos Pelayanan Terpadu tidak hanya berfungsi sebagai titik istirahat, tetapi juga menjadi ruang pelayanan publik yang lengkap dan humanis.
Rabu siang itu, Agni (23) dan Yuni (21), pasangan muda asal Jakarta, memilih berhenti sejenak setelah menempuh perjalanan panjang menuju Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, bersama balita mereka. Kondisi Yuni yang mengalami pusing membuat mereka memutuskan mencari tempat istirahat.
Setibanya di pos tersebut, Yuni langsung mendapatkan penanganan medis gratis dari petugas kesehatan. Sementara itu, Agni memanfaatkan layanan pijat untuk meredakan kelelahan setelah berkendara jauh.
“Saya dari Jakarta mau ke Cineam. Capek sekali, Pak, panas pisan. Tapi di sini fasilitasnya lengkap,” ujar Agni sambil menghela napas lega.
Keunikan pos ini terletak pada hadirnya Museum Mini Sejarah Pahlawan KHZ Musthafa dan perjuangan santri Tasikmalaya. Fasilitas ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para pemudik.
Sambil beristirahat, pengunjung dapat melihat berbagai replika benda bersejarah seperti bambu runcing, keris pahlawan, hingga pakaian pejuang yang tertata rapi. Selain itu, tersedia pula literatur yang mengulas perjuangan pahlawan nasional asal Tasikmalaya, KHZ Musthafa.
Konsep ini dihadirkan untuk memberikan pengalaman berbeda, di mana rasa lelah selama perjalanan dapat teralihkan dengan pengetahuan sejarah dan kebanggaan terhadap daerah asal.
Tak hanya itu, berbagai fasilitas penunjang lainnya juga tersedia, mulai dari ruang laktasi, area bermain anak, mushola, toilet bersih, hingga layanan cek kesehatan gratis.
Pendekatan humanis juga terlihat dari keterlibatan aparat kepolisian dalam menghibur pemudik. Di area bermain anak, suasana hangat tercipta saat seorang anggota polisi menunjukkan atraksi sulap yang mengundang tawa anak-anak.
Sementara itu, para Polwan turut menghadirkan hiburan melalui lantunan musik Islami dengan kesenian marawis, menambah kenyamanan suasana di pos pelayanan.
Kepala Pos Pam Terpadu Alun-alun Singaparna, AKP Aan Supyadi, menyebut seluruh fasilitas tersebut memang dirancang untuk memberikan kenyamanan maksimal bagi pemudik.
“Ini pos pam terpadu dengan fasilitas lengkap. Ada ruang laktasi, tempat bermain, sampai museum mini. Kami ingin pemudik bisa melepas lelah dengan nyaman sampai tiba di kampung halaman,” ujar AKP Aan.
Selain fasilitas di dalam pos, kepolisian juga menyiagakan layanan “Motor Senyum” yang berpatroli di jalur Singaparna. Layanan ini membantu pemudik yang mengalami kendala di perjalanan, mulai dari kehabisan bahan bakar hingga pembagian takjil gratis saat waktu berbuka puasa.
Keberadaan Pos Pelayanan Terpadu Singaparna menjadi bukti bahwa inovasi dalam pelayanan publik dapat memberikan pengalaman mudik yang lebih aman, nyaman, sekaligus berkesan bagi masyarakat.


