Lingkup.id, Bandung – Ambisi mempertahankan gelar juara umum Taekwondo pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026 membuat Pengurus Cabang Taekwondo Indonesia (Pengcab TI) Kota Bandung menerapkan strategi khusus di tengah penyelenggaraan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bandung Taekwondo Open 2026.
Dalam kejuaraan yang berlangsung di Gymnasium Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Kota Bandung, 17–18 Oktober 2026, Pengcab TI Kota Bandung hanya menurunkan atlet pada nomor poomsae atau jurus. Sementara itu, atlet nomor kyorugi atau pertarungan tidak diturunkan untuk meminimalkan risiko cedera menjelang Porprov yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang.
Keputusan tersebut menunjukkan bahwa di tengah tingginya animo peserta Kejurnas, fokus utama Taekwondo Kota Bandung tetap diarahkan pada target mempertahankan supremasi di tingkat Jawa Barat.
Ketua Pengcab TI Kota Bandung, Dedi Heryadi, mengatakan persaingan Porprov tahun ini diperkirakan lebih berat dibandingkan edisi 2022. Tuan rumah Kota Bogor dinilai memiliki kekuatan yang merata serta keunggulan pada sejumlah nomor pertandingan.
“Persaingan jauh lebih berat. Kondisi ini menuntut tim pelatih untuk terus mengasah taktik dan strategi. Sebagai pengurus, kami terus mendorong para atlet untuk berproses maksimal agar Kota Bandung dapat mempertahankan predikat juara umum,” ujar Dedi.
Sebagai langkah persiapan, Pengcab TI Kota Bandung akan memulai sentralisasi pemusatan latihan atau Pelatcab pada 21 Oktober 2026 di Hall Taekwondo Jabar, Gedung KONI Jawa Barat, Jalan Pajajaran, Kota Bandung.

Program tersebut dirancang dengan intensitas latihan tiga kali sehari. Latihan fisik dijadwalkan pada pagi hari dengan memanfaatkan fasilitas lapangan atletik untuk meningkatkan daya tahan, termasuk kapasitas aerobik atau VO₂ max. Sementara latihan teknik akan dilaksanakan pada siang dan malam hari.
Di tengah persiapan tersebut, Bandung Taekwondo Open 2026 juga mencatatkan perkembangan penting. Kejuaraan tahunan ini meningkat statusnya menjadi tingkat nasional dan diikuti sekitar 2.200 taekwondoin dari berbagai daerah.
Peserta berasal dari delapan provinsi menurut data penyelenggara, dengan kontingen dari Lampung, Jambi, Kalimantan, Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, serta tuan rumah Jawa Barat. Sekitar 20 Pengcab dari wilayah Jawa Barat juga turut mengirimkan atlet.
Dedi mengatakan peningkatan status kejuaraan merupakan hasil persiapan panjang yang telah dilakukan selama lebih dari satu tahun. Meski jadwal pelaksanaan bergeser dari Agustus ke Oktober, kejuaraan akhirnya dapat terlaksana sesuai agenda terbaru.
“Perjuangannya cukup panjang dan kami pantang menyerah. Kami sudah mempersiapkan kejuaraan ini lebih dari satu tahun. Walaupun jadwal sempat bergeser dari Agustus ke Oktober, alhamdulillah hari ini hingga besok dapat terlaksana dengan baik,” katanya.
Menurut Dedi, kejuaraan tingkat nasional ini juga memberikan kesempatan kepada unit-unit latihan di Kota Bandung untuk merasakan persaingan dengan atlet dari luar daerah tanpa harus mengeluarkan biaya perjalanan ke kota lain. Suasana dan iklim kompetisi di Bandung turut menjadi daya tarik bagi kontingen peserta.
Bagi Pengcab TI Kota Bandung, keberhasilan penyelenggaraan Kejurnas dan target mempertahankan gelar Porprov merupakan dua agenda yang berjalan beriringan. Namun, dengan waktu persiapan yang semakin terbatas, prioritas kini tertuju pada kesiapan atlet, ketepatan strategi, dan kemampuan menghadapi persaingan yang semakin ketat.
Sentralisasi Pelatcab mulai 21 Oktober akan menjadi salah satu tahapan penting untuk mengukur kesiapan akhir tim. Kota Bandung dituntut memastikan bahwa strategi pembinaan dan perlindungan atlet mampu berujung pada pencapaian target di Porprov Jawa Barat 2026.***