Lingkup.id, Subang – Dinas Kesehatan Kabupaten Subang kembali menjadi sorotan publik. Setelah sebelumnya menggelar rapat koordinasi selama tiga hari di hotel mewah kawasan Ciater, kini muncul informasi dugaan sejumlah pejabat Dinkes melakukan perjalanan ke Garut pada Sabtu (23/5/2026).
Informasi tersebut disampaikan Komunitas Penikmat Kopi Hitam melalui Pram Pratomo Qodarian. Ia mengaku menerima kabar adanya kegiatan sejumlah pejabat Dinas Kesehatan Subang ke luar kota di tengah sorotan soal efisiensi anggaran.
“Informasi yang saya dapatkan, para pejabatnya, mulai dari Kasubag Keuangan, Kasubag Kepegawaian dan pejabat lainnya, piknik ke Garut,” ujar Pram.
Menurutnya, kegiatan tersebut dinilai kurang peka terhadap kondisi pelayanan kesehatan di Kabupaten Subang yang masih banyak dikeluhkan masyarakat. Terlebih sebelumnya Dinkes Subang diketahui menggelar rapat kerja selama tiga hari di Laska Hotel Ciater, salah satu hotel baru yang tergolong mewah di Subang.
Pram menyebut, meskipun kegiatan ke Garut dilakukan di luar hari kerja dan seandainya menggunakan biaya patungan, namun momennya dinilai kurang tepat di tengah efisiensi anggaran dan kondisi masyarakat yang masih menghadapi kesulitan akses layanan kesehatan.
“Baru kemarin Dinas Kesehatan Kabupaten Subang gelar rapat koordinasi selama tiga hari di Laska Hotel Ciater. Eh, sekarang ada info mereka piknik ke Garut,” katanya.
Ia menilai kegiatan tersebut dapat melukai perasaan masyarakat, khususnya warga kurang mampu yang masih kesulitan mendapatkan layanan kesehatan. Pram juga menyoroti rumitnya proses administrasi bantuan pengobatan, terutama bagi warga yang tidak memiliki BPJS.
“Untuk sekadar berobat ke Puskesmas atau RSUD, mereka harus melalui rangkaian persyaratan administrasi yang memberatkan.
Di saat darurat, waktu habis untuk mengurus surat, bukan untuk mendapatkan pertolongan,” ujarnya.
Menurutnya, birokrasi dan biaya pengobatan masih menjadi hambatan besar bagi masyarakat kecil. Sementara di sisi lain, pejabat dinas disebut justru menikmati kegiatan di luar daerah dengan fasilitas yang jauh dari kesan sederhana.
“Sementara masyarakat ditinggalkan dalam urusan kesehatan dasar, instansi yang seharusnya membenahi sistem, justru memilih forum rapat di hotel berbintang,” tambahnya.
Menanggapi isu tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, dr. Dwinan Marchiawati, membantah adanya agenda resmi ke luar kota. Ia mengaku tidak mengetahui adanya kegiatan ke Garut yang mengatasnamakan kedinasan.
“Kalaupun ada, saya tidak mengetahui dan tidak mendapat undangan jika itu atas nama kedinasan,” ujarnya.
Dwinan menambahkan, dirinya memilih tetap siaga meski hari libur untuk mengantisipasi berbagai keluhan masyarakat maupun tugas pimpinan yang berkaitan dengan tupoksi kepala dinas.(HR)


