Lingkup.id – Bandung, Epriyanto Kasmuri resmi kembali terpilih sebagai Ketua Pengprov Perbasi Jawa Barat periode 2026-2030 usai melalui pertarungan ketat dalam Musyawarah Daerah (Musda) di Gedung KONI Jawa Barat, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Sabtu (25/4/2026).
Kemenangan Epriyanto ditentukan lewat voting terbuka yang berlangsung dramatis. Dari total 25 suara Pengcab se-Jawa Barat, ia meraih 13 suara dan unggul tipis hanya satu suara atas rivalnya, Raden Iman Firmansyah, yang memperoleh 12 suara.
Selisih satu suara tersebut menegaskan panasnya persaingan menuju kursi orang nomor satu basket Jawa Barat.
Usai dinyatakan menang, Epriyanto menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya. Ia juga memberikan penghormatan kepada pesaingnya yang dinilai memiliki dedikasi besar terhadap perkembangan bola basket.
“Musda ini bukan soal menang atau kalah, tetapi momentum agar basket Jawa Barat melangkah lebih jauh. Pak Iman sosok yang sangat mencintai basket, begitu juga saya,” ujarnya.
Meski baru saja melewati kontestasi sengit, Epriyanto langsung membuka pintu rekonsiliasi. Ia menegaskan kepengurusan baru akan dibangun secara kolaboratif dengan merangkul kubu pendukung Raden Iman Firmansyah.
“Kami sudah sepakat, pengurus nanti hasil kolaborasi kedua pihak. Tidak ada sekat antara pendukung saya maupun Pak Iman,” tegasnya.
Langkah cepat juga disiapkan. Tim formatur ditargetkan menuntaskan susunan pengurus dalam dua hari untuk segera diajukan ke KONI Jawa Barat dan DPP Perbasi.
Memasuki periode kedua, Epriyanto langsung memasang target tinggi. Ia ingin menebus kegagalan Jawa Barat yang pada PON 2024 belum mampu merebut medali emas.
“Target harga mati adalah medali emas pada PON 2028. Persiapan menuju ke sana, termasuk lewat Porprov, akan kita perketat sejak dini,” katanya.

Selain mengejar prestasi, ia juga menyiapkan program peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah. Salah satunya melalui subsidi sertifikasi pelatih dan wasit bagi seluruh Pengcab.
Setiap Pengcab direncanakan mendapat dua kuota sertifikasi gratis setiap tahun agar pembinaan basket di daerah lebih mandiri dan merata.
“Kami ingin daerah berdaya dan mampu melahirkan talenta-talenta basket baru yang berkualitas,” pungkasnya.
Kemenangan tipis ini sekaligus menandai babak baru Perbasi Jabar: dari rivalitas satu suara menuju tuntutan besar membawa basket Jawa Barat kembali berjaya.***(Red)


