Lingkup.id Jawa Barat Sumedang Serangan Tikus Ancam Ketahanan Pangan, Polres Sumedang Gelar Lomba Basmi Hama di 26 Kecamatan
Jawa Barat Sumedang

Serangan Tikus Ancam Ketahanan Pangan, Polres Sumedang Gelar Lomba Basmi Hama di 26 Kecamatan

Banner Iklan 1400 x 181

Lingkup.id, Sumedang – Wabah hama tikus yang melanda sejumlah wilayah pertanian di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, kian mengkhawatirkan. Serangan hama tersebut tidak hanya merusak tanaman padi, tetapi juga menyebabkan banyak petani mengalami gagal panen hingga dua musim tanam berturut-turut.

Sebagai upaya membantu petani mengatasi masalah tersebut, Polres Sumedang menggelar Lomba Basmi Hama Tikus Kapolres Cup 2026 yang dilaksanakan serentak di 26 kecamatan dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80.

Kegiatan tersebut resmi dibuka oleh Kapolres Sumedang AKBP Sandityo Mahardika di kawasan persawahan Blok Cibaros, Dusun Cihanyir, Desa Girimukti, Kecamatan Sumedang Utara, Sabtu (20/6/2026).

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Girimukti, Supriatna menyambut baik program tersebut. Menurutnya, populasi tikus yang terus meningkat telah menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan usaha tani di wilayahnya.

“Serangan tikus saat ini sangat meresahkan. Banyak petani mengalami penurunan hasil panen bahkan gagal panen selama dua musim berturut-turut. Kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan untuk membantu menekan populasi hama,” ujar Supriatna.

Supriatna menjelaskan, kelompok tani di Desa Girimukti selama ini telah berupaya melakukan berbagai cara pengendalian, mulai dari pemasangan perangkap hingga penggunaan umpan beracun. Namun, tingginya tingkat perkembangbiakan tikus membuat hasil yang diperoleh belum optimal.

Di tengah meningkatnya biaya produksi pertanian seperti sewa alat, pupuk, dan pestisida, menurunnya hasil panen semakin membebani petani. Kondisi tersebut membuat banyak petani kesulitan menutupi biaya operasional yang terus meningkat.

Sementara itu, Kapolres Sumedang AKBP Sandityo Mahardika mengatakan bahwa kegiatan tersebut tidak sekadar perlombaan, melainkan bentuk kepedulian terhadap sektor pertanian yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat.

“Melalui kegiatan ini kami ingin membantu petani mengurangi populasi hama tikus yang selama ini berdampak besar terhadap produktivitas pertanian. Ini merupakan langkah nyata yang dilakukan secara serentak di seluruh kecamatan,” katanya.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, serangan tikus telah menyebabkan kerusakan lahan pertanian yang cukup signifikan. Di beberapa wilayah, tingkat kerusakan bahkan dilaporkan mencapai sekitar 50 persen, sehingga produksi gabah mengalami penurunan drastis.

Kapolres menyebut sejumlah sentra pertanian padi seperti Kecamatan Tanjungkerta, Situraja, dan Darmaraja menjadi wilayah yang terdampak cukup serius. Banyak petani yang sebelumnya mampu menghasilkan beberapa ton gabah kini harus menerima kenyataan hasil panennya berkurang tajam akibat serangan hama.

Dalam pelaksanaannya, lomba akan berlangsung selama beberapa hari dengan sistem penilaian berdasarkan jumlah tikus yang berhasil ditangkap peserta. Semakin banyak tikus yang berhasil diamankan, semakin besar peluang untuk meraih gelar juara Kapolres Cup 2026.

Melalui kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan kelompok tani, diharapkan pengendalian hama tikus dapat dilakukan secara lebih efektif. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga produktivitas pertanian serta memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Sumedang menjelang musim tanam berikutnya.

Exit mobile version