Lingkup.id Uncategorized Rakerkot Percasi Bandung, Bukan Sekadar Program Kerja tapi Kunci Strategi Porprov
Uncategorized

Rakerkot Percasi Bandung, Bukan Sekadar Program Kerja tapi Kunci Strategi Porprov

Lingkup.id, Bandung – Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Bandung mulai memainkan strategi taktis jelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat XV tahun 2026. Tak sekadar mematangkan program, mereka juga berupaya menjaga “kerahasiaan kekuatan” agar tidak terbaca lawan.

Hal itu mengemuka dalam rapat kerja kota (Rakerkot) yang dirangkaikan dengan halal bihalal di Aula KONI Kota Bandung, Kamis (2/4/2026). Forum ini menjadi titik awal penyusunan arah kebijakan sekaligus strategi pembinaan atlet sepanjang musim kompetisi.

Ketua Percasi Kota Bandung, Salahuddin Al Ayubi, menegaskan bahwa Rakerkot bukan sekadar agenda rutin, melainkan forum penting untuk menentukan langkah strategis organisasi.

“Semua program kerja harus dibahas di sini supaya kita punya arah yang jelas sebelum kegiatan berjalan,” ujarnya.

Namun, sorotan utama bukan hanya pada program kerja, melainkan strategi menghadapi persaingan di Porprov. Salahuddin mengungkapkan, pihaknya tengah mempertimbangkan untuk tidak menurunkan atlet utama pada ajang Kejuaraan Daerah (Kejurda) Jawa Barat.

Langkah ini bukan tanpa alasan. Percasi Kota Bandung ingin menghindari terbukanya pola permainan atlet kepada calon lawan di Porprov.

“Kalau kita turunkan atlet Porprov di Kejurda, kekuatan dan strategi mereka bisa terbaca. Ini jadi pertimbangan serius,” ungkapnya.

Dalam olahraga catur, lanjutnya, notasi pertandingan menjadi “senjata” yang bisa dipelajari lawan. Pertemuan berulang dengan rival yang sama berpotensi membuka kelemahan strategi.

“Notasi permainan itu bisa dianalisis. Kalau sering bertemu lawan yang sama, mereka bisa memahami pola kita,” jelasnya.

Sebagai alternatif, Percasi Kota Bandung justru mengarahkan atlet untuk mencari pengalaman di luar Jawa Barat. Salah satu agenda yang dibidik adalah turnamen catur standar di Jakarta pada Mei 2026.

Selain memberikan kualitas pertandingan yang lebih tinggi, langkah ini dinilai efektif untuk menjaga strategi tim tetap tertutup dari rival langsung di Porprov.

“Lebih baik kita cari pengalaman di luar. Ada kejuaraan di Jakarta yang bagus, itu jadi prioritas,” katanya.

Di sisi lain, Percasi Kota Bandung tetap menegaskan bahwa target utama adalah prestasi maksimal di Porprov. Meski seluruh atlet telah lolos babak kualifikasi (BK), tidak semua akan otomatis masuk tim inti.

Seleksi ulang tetap diberlakukan dengan standar ketat berbasis performa dan peluang medali.

“Tidak ada jaminan yang lolos BK pasti berangkat. Kita pilih yang benar-benar siap dan punya peluang,” tegas Salahuddin.

Sejauh ini, program latihan sudah berjalan sejak Januari 2026, termasuk melalui Liga Catur Ngabuburit sebagai ajang pemanasan dan evaluasi awal.

Dengan kombinasi pembinaan intensif dan strategi menjaga kerahasiaan permainan, Percasi Kota Bandung berharap bisa tampil lebih siap bukan hanya kuat secara teknis, tetapi juga unggul dalam taktiksaat bertarung di Porprov Jawa Barat 2026.***(Red)

Exit mobile version