August 13, 2026
Bandung, Jawa Barat
Bisnis Informasi Jawa Barat Serba - Serbi Subang Teknologi

Perumda TRS Tak Terima Penyertaan Modal 2026, Usulkan APBN 2027 untuk Perkuat Jaringan Air Bersih di Pelabuhan Patimban

Lingkup.id, SUBANG — Perumda Tirta Rangga Subang (TRS) tidak menerima penyertaan modal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Subang maupun bantuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada 2026.

Direktur Utama Perumda TRS, Lukman Nurhakim, mengatakan dukungan anggaran pemerintah menjadi penting untuk memperkuat infrastruktur pelayanan air bersih, terutama di wilayah Pantura yang terdampak perkembangan kawasan Pelabuhan Patimban.

Menurut Lukman, bantuan APBN melalui program bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang sebelumnya membantu pengembangan pelayanan air bersih telah berakhir. Program tersebut berjalan sejak 2011 dan terakhir diterima PDAM pada 2023.

“Untuk tahun 2026 kami tidak mendapatkan penyertaan modal, baik dari APBD maupun APBN. Program MBR dari APBN itu terakhir 2023 dan berhenti mulai 2024,” ujar Lukman. Kamis, (13/08/2026).

Sementara itu, penyertaan modal yang diterima Perumda TRS pada 2025 digunakan untuk sejumlah kebutuhan prioritas. Di antaranya pembangunan Water Treatment Plant (WTP) Cijambe, penambahan jaringan pelanggan di wilayah Pantura, serta pengadaan pompa cadangan.

Lukman mengatakan, pihaknya kini mengusulkan dukungan APBN untuk pembangunan jaringan perpipaan di kawasan Pantura, khususnya wilayah sekitar Pelabuhan Patimban. Usulan tersebut diharapkan dapat masuk dalam program anggaran 2027.

“Kami berharap untuk 2027 ada bantuan APBN untuk perpipaan di wilayah Pantura, terutama kawasan Pelabuhan Patimban. Jangan sampai perkembangan Patimban nanti justru menimbulkan persoalan kebutuhan air bagi masyarakat di sekitarnya,” katanya.

Menurutnya, kebutuhan air di kawasan Patimban diperkirakan terus meningkat seiring semakin aktifnya kegiatan terminal peti kemas dan aktivitas ekspor-impor.

Jaringan perpipaan menuju kawasan Pelabuhan Patimban sendiri telah terpasang sejak peresmian pada 2021. KSOP Patimban saat ini juga telah memiliki ground tank dengan kapasitas sekitar 1.800 meter kubik.

Namun, suplai air yang berjalan saat ini baru sekitar dua liter per detik. Padahal, berdasarkan kajian kelayakan atau feasibility study (FS), kapasitas yang dibutuhkan dapat mencapai sekitar tujuh liter per detik.

“Sekarang rata-rata suplai sekitar dua liter per detik. Kalau berdasarkan kajian, kebutuhan bisa sampai tujuh liter per detik. Ini yang harus kami siapkan ke depan,” ungkap Lukman.

Air untuk kebutuhan kawasan tersebut saat ini disuplai dari wilayah Pamanukan dengan sumber air yang berasal dari Binong dan Tarum Timur.

Selain kebutuhan kawasan industri dan pelabuhan, peningkatan pelanggan juga menjadi perhatian Perumda TRS. Saat ini jumlah pelanggan perusahaan daerah tersebut mencapai sekitar 50 ribu sambungan.

Jumlah tersebut bersifat dinamis karena perusahaan melakukan penertiban terhadap pelanggan yang memiliki tunggakan sesuai ketentuan yang berlaku.

Lukman menjelaskan, pelanggan yang menunggak selama dua bulan dapat dikenai penutupan sementara. Sementara pelanggan dengan tunggakan hingga tiga bulan dapat dilakukan pencabutan meteran air.

Di sisi lain, Perumda TRS juga tengah mengajukan revisi Peraturan Daerah (Perda) terkait modal dasar perusahaan. Modal dasar pemerintah daerah yang ditetapkan sebesar Rp100 miliar sejak 2009 saat ini telah terpenuhi bahkan terlampaui, salah satunya akibat adanya konversi aset seperti kantor pusat dan kantor cabang.

“Kami sedang mengajukan revisi Perda kepada DPRD untuk menambah batas modal dasar. Harapannya bisa ditetapkan untuk kebutuhan lima atau sepuluh tahun ke depan,” jelasnya.

Lukman menambahkan, meskipun berstatus sebagai Perusahaan Umum Daerah (Perumda), Perumda TRS tetap memiliki fungsi pelayanan publik. Karena itu, ruang untuk memperoleh keuntungan operasional tetap berjalan beriringan dengan kewajiban menyediakan layanan air bersih bagi masyarakat.

Sementara dari sisi kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), Perumda TRS menargetkan setoran sebesar Rp2,1 miliar pada 2026.

Hingga saat ini, perusahaan telah menyetorkan sekitar Rp800 juta. Lukman optimistis target tersebut dapat terealisasi 100 persen hingga akhir tahun.

“Target PAD tahun ini Rp2,1 miliar. Sampai sekarang sudah sekitar Rp800 juta yang disetor dan kami optimistis bisa mencapai 100 persen pada Desember,” pungkasnya.

Perumda TRS berharap dukungan pemerintah melalui kebijakan dan penguatan infrastruktur dapat memperluas cakupan pelayanan air bersih sekaligus mengantisipasi peningkatan kebutuhan air di kawasan strategis, khususnya Pantura dan Pelabuhan Patimban.(HR)

    Lingkup.id Banner Iklan 960 x 150 px