Lingkup.id, Tasikmalaya — Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al-Ayubi, menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak cukup hanya berfokus pada pembangunan fisik semata. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia (SDM) tetap menjadi faktor utama dalam menentukan kemajuan suatu daerah.
Hal tersebut disampaikan Asep saat menghadiri kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) bagi operator pondok pesantren di Kabupaten Tasikmalaya. Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya investasi jangka panjang melalui pendidikan dan pembinaan generasi muda.
“Bagi saya, kemajuan sebuah daerah tidak bisa hanya diukur dari megahnya pembangunan fisik. Betul bahwa kita membutuhkan jalan yang mulus dan rumah sakit yang representatif, namun ada yang jauh lebih penting dan mendasar dari itu semua, yakni meningkatkan kualitas sumber daya manusia masyarakat kita,” ujar Asep.
Ia mengajak seluruh operator pondok pesantren untuk memiliki visi yang sama dalam memperbaiki sistem pendataan pendidikan pesantren. Menurutnya, sistem administrasi yang tertib dan terintegrasi akan membantu para santri memperoleh pengakuan pendidikan secara formal dari pemerintah.
“Melalui Bimtek ini, saya mengajak seluruh operator pondok pesantren untuk menyatukan frekuensi. Mari kita kawal bersama-sama agar sistem pendataan kita semakin rapi, sehingga investasi terbesar kita yaitu generasi muda Tasikmalaya tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya berakhlak mulia secara spiritual, tetapi juga kompeten dan diakui secara formal,” katanya.
Asep menilai, ke depan tidak boleh ada lagi lulusan pesantren yang tidak memiliki ijazah resmi yang diakui pemerintah. Legalitas pendidikan dinilai penting agar para santri memiliki peluang yang sama dalam melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.
Selain sektor pendidikan, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya juga terus memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat. Asep menyebut, peningkatan fasilitas kesehatan dilakukan melalui pengembangan sistem pelayanan berbasis klaster agar akses layanan dasar semakin mudah dijangkau masyarakat.
Ia menegaskan, pelayanan kesehatan harus tetap diberikan kepada seluruh warga tanpa membedakan status kepesertaan BPJS.
“Pelayanan kesehatan harus diberikan terlebih dahulu. Saya tidak ingin mendengar ada masyarakat yang tidak mendapatkan pelayanan kesehatan, baik memiliki BPJS maupun tidak,” tegasnya.
Dalam upaya peningkatan layanan kesehatan, Pemkab Tasikmalaya juga memperkuat kapasitas rumah sakit daerah. RSUD KHZ Musthafa saat ini tengah dipersiapkan menuju rumah sakit tipe C, termasuk penguatan layanan di RSUD TNT Cikatomas.
Tak hanya itu, pemerintah daerah juga menargetkan pembangunan rumah sakit baru di wilayah Ciawi dan Cipatujah pada tahun ini.
“Tahun ini kami bersama Pak Bupati menargetkan hadirnya rumah sakit di Ciawi dan Cipatujah. Mohon doa dan dukungannya,” ujarnya.
Sementara di sektor infrastruktur, Pemkab Tasikmalaya menargetkan pembangunan sekitar 100 kilometer jalan mantap sepanjang tahun ini. Pembangunan jalan dinilai penting untuk mendukung akses pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Meski demikian, Asep kembali menegaskan bahwa pendidikan tetap menjadi pondasi utama dalam menciptakan kemajuan daerah secara berkelanjutan.
“Peningkatan akses jalan sangat penting untuk mendukung kesehatan, pendidikan, dan perkembangan ekonomi masyarakat. Namun pada akhirnya, faktor penentu kemajuan daerah tetap pendidikan,” pungkasnya.


