June 29, 2026
Bandung, Jawa Barat
Bandung Raya Hukum & Kriminal Jawa Barat Sumedang

Pasca Kasus Penyekapan di Bandung, Pemkab Sumedang Perketat Pengawasan Rumah Kos

Lingkup.id, Sumedang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang berencana memperketat pengawasan terhadap rumah kos di seluruh wilayahnya. Kebijakan tersebut disiapkan sebagai langkah antisipasi menyusul terungkapnya kasus penyekapan di sebuah kos-kosan di kawasan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir mengatakan, pemerintah daerah akan menerbitkan surat edaran yang mengatur pendataan dan pengawasan penghuni rumah kos. Melalui kebijakan itu, setiap penghuni diwajibkan menyerahkan identitas diri yang nantinya akan dilaporkan kepada pengurus RT dan RW setempat.

“Kami akan memperketat kos-kosan, akan ada edaran bupati, kalau kos-kosan diperketat laporannya bisa foto KTP, diserahkan ke RT RW. Sehingga semua bisa diawasi dengan baik,” kata Dony, Senin (29/6/2026).

Menurut Dony, pendataan tersebut bertujuan agar keberadaan setiap penghuni dapat terpantau dengan baik. Sehingga potensi terjadinya tindak kriminal maupun pelanggaran lainnya dapat diminimalkan.

“Selain pendataan identitas, pemerintah juga akan meminta pengelola kos melakukan verifikasi terhadap pasangan yang tinggal bersama,” ujarnya.

Jika mengaku sebagai suami istri, lanjut Dony, penghuni diminta menunjukkan dokumen pendukung, seperti KTP dengan status menikah atau buku nikah. Pemkab Sumedang juga mendorong pengurus lingkungan, khususnya RT dan RW, untuk lebih aktif melakukan pemantauan terhadap aktivitas di rumah kos.

“Setiap rumah kos agar memiliki ruang tamu sebagai area menerima tamu. Sehingga tidak semua pengunjung langsung masuk ke kamar penghuni,” ucapnya.

Di samping itu, pemasangan kamera pengawas (CCTV) di lingkungan kos dinilai penting untuk meningkatkan keamanan, baik bagi penghuni maupun barang milik mereka, termasuk kendaraan yang diparkir di area kos.

Tak hanya menyoroti pengawasan di lingkungan tempat tinggal, Dony juga mengingatkan pentingnya peran keluarga.

“Orang tua tetap menjaga komunikasi secara intens dengan anak-anak yang tinggal jauh dari rumah. Agar kondisi mereka dapat terus dipantau,” tambahnya.

Menurutnya, kepedulian keluarga dan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam mencegah terulangnya peristiwa serupa. Ia menilai kasus penyekapan yang baru-baru ini terungkap harus menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan.

Dony mengaku prihatin atas kasus yang menimpa korban berinisial YTR. Ia berharap kejadian serupa tidak pernah terjadi di Kabupaten Sumedang.

“Karena peradaban pertama adalah rumah tangga, perkuat rumah tangganya, awasi terus anak-anaknya, jadikan komunikasi yang baik. Ini kan dua tahun bayangkan disekap, pokoknya saya prihatin banget, lihat seperti ini. Semoga benar-benar tidak ada kejadian itu di Sumedang,” pungkasnya.

    Lingkup.id Banner Iklan 960 x 150 px