Lingkup.id, SUBANG – Aksi unjuk rasa yang digelar Forum Masyarakat Subang Bersatu (FMSB) di depan kantor pabrik mobil listrik BYD, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Rabu (28/10/2026), berujung ricuh. Kericuhan diduga bermula saat massa aksi dihadang sejumlah orang yang dicurigai sebagai provokator ketika hendak menyampaikan aspirasi.
Aksi yang berlangsung bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda tersebut diikuti ribuan pemuda dan elemen masyarakat Kabupaten Subang. Mereka menyuarakan persoalan penyerapan tenaga kerja lokal serta dugaan praktik pungutan liar (pungli) dalam proses rekrutmen pekerja di perusahaan tersebut.
Massa menilai, kehadiran industri berskala besar di Kabupaten Subang semestinya membuka peluang kerja yang luas bagi masyarakat setempat. Namun, mereka menilai kesempatan bagi pemuda lokal untuk bekerja di perusahaan tersebut masih menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian.
Pabrik BYD yang digadang-gadang akan membuka lapangan kerja hingga 20 ribu orang dinilai memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, masyarakat berharap investasi tersebut turut memberikan manfaat nyata, khususnya bagi warga Kabupaten Subang.
Soroti Dugaan Pungli Rekrutmen
Dalam aksi tersebut, massa membawa sejumlah poster berisi tuntutan. Mereka juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menyuarakan hak mendapatkan kesempatan kerja yang adil di tengah berkembangnya industri di Kabupaten Subang.
Perwakilan warga, Megi Akbar Setiawan, menyoroti persoalan kesempatan kerja bagi pemuda lokal serta dugaan adanya praktik pungli dalam proses penerimaan tenaga kerja.
Menurut massa aksi, proses rekrutmen harus dilaksanakan secara transparan dan profesional. Mereka meminta agar kesempatan bagi putra daerah tidak terabaikan dalam perekrutan tenaga kerja di kawasan industri tersebut.
Selain Megi, warga lainnya, Resa, turut menyampaikan aspirasi terkait persoalan ketenagakerjaan yang menjadi perhatian masyarakat. Massa berharap perusahaan dapat memberikan penjelasan sekaligus membuka ruang komunikasi dengan warga.
Massa Minta Pemerintah Turun Tangan
Hingga aksi berlangsung, pihak BYD disebut belum bersedia menemui massa untuk memberikan penjelasan atas tuntutan yang disampaikan. Kondisi tersebut membuat pengunjuk rasa meminta pemerintah daerah mengambil peran dalam menindaklanjuti berbagai persoalan yang mereka soroti.
Massa mendesak Pemerintah Kabupaten Subang bersama pihak terkait untuk menelusuri dugaan pungli dalam rekrutmen tenaga kerja. Mereka juga meminta adanya pengawasan agar proses penerimaan pekerja berlangsung secara terbuka dan memberikan akses yang adil bagi tenaga kerja lokal.
Kericuhan yang terjadi di tengah aksi turut menjadi perhatian, terutama karena unjuk rasa tersebut digelar dalam momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda. Massa berharap penyampaian aspirasi terkait kesempatan kerja tidak mengaburkan substansi tuntutan mereka.
FMSB berharap pemerintah daerah dan perusahaan segera merespons keluhan masyarakat. Dengan demikian, kehadiran investasi industri di Kabupaten Subang dapat berjalan seiring dengan terbukanya kesempatan kerja bagi pemuda dan masyarakat setempat. (HR)


