Lingkup.id — Persiapan menghadapi bonus demografi menjadi salah satu perhatian dalam pelaksanaan Kemah Nasional Pramuka Persatuan Ummat Islam (PUI) 2026 di Selabintana Camping Ground, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Kegiatan yang diikuti sekitar 5.499 peserta dari kalangan anggota Pramuka, pelajar, mahasiswa, pemuda PUI, guru, pengurus hingga tokoh PUI tersebut tidak hanya menjadi ajang perkemahan, tetapi juga diarahkan sebagai ruang pembinaan karakter dan kaderisasi generasi muda.
Penasehat Dewan Pimpinan Pusat PUI, Prof KH Achmad Tjachja Nugraha, mengatakan generasi muda perlu dipersiapkan secara menyeluruh untuk menghadapi tantangan masa depan.
Menurutnya, pembentukan karakter harus berjalan seiring dengan pendidikan dan pengembangan keterampilan. Hal itu dinilai penting agar generasi muda tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mempunyai sikap disiplin, mandiri, serta kepedulian terhadap lingkungan sosial.
“Kemah Nasional Pramuka PUI ini bukan sekadar kegiatan perkemahan, tetapi merupakan bagian dari proses pembinaan generasi muda agar memiliki karakter yang kuat, berakhlak, disiplin, mandiri, dan memiliki semangat kebangsaan,” ujar Prof KH Achmad Tj
Ia mengatakan generasi muda harus dipersiapkan secara menyeluruh agar memiliki keseimbangan antara kecerdasan, keterampilan, karakter, dan kepedulian sosial.
“Kami ingin generasi muda PUI tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga memiliki kepedulian sosial serta kesiapan untuk mengabdi kepada umat, masyarakat, bangsa, dan negara,” katanya.
Prof. KH Achmad Tjachja juga menilai Gerakan Pramuka memiliki peran penting dalam membangun berbagai nilai yang dibutuhkan generasi muda, mulai dari kepemimpinan hingga tanggung jawab.
“Pramuka merupakan ruang yang sangat baik untuk menanamkan nilai kepemimpinan, gotong royong, kemandirian, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut sangat dibutuhkan untuk menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks,” tuturnya.
Prof KH Achmad Tj menilai bonus demografi harus dihadapi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Generasi muda yang saat ini berada pada usia produktif nantinya akan menjadi salah satu kekuatan utama Indonesia.
Karena itu, menurutnya, pembinaan generasi muda tidak cukup hanya berorientasi pada kemampuan intelektual, tetapi juga harus membentuk karakter dan kompetensi yang kuat.
“Momentum bonus demografi harus kita jawab dengan menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas. Generasi muda hari ini adalah calon pemimpin Indonesia di masa depan, sehingga pembinaan karakter tidak boleh dipisahkan dari pendidikan dan pengembangan kompetensi,” tegasnya.
Ia berharap pengalaman yang diperoleh para peserta selama mengikuti Kemah Nasional Pramuka PUI tidak berhenti ketika kegiatan berakhir.
“Kami berharap para peserta Kemah Nasional ini dapat menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai kebaikan dari lingkungan perkemahan ke sekolah, keluarga, organisasi, dan masyarakat,” ungkapnya.
KH Achmad Tj yang juga Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menambahkan, semangat pengabdian harus tetap diwujudkan melalui tindakan nyata setelah para peserta kembali ke lingkungan masing-masing.
“Yang paling penting adalah setelah kegiatan ini selesai, semangat pengabdian tidak ikut selesai. Justru dari sinilah para peserta harus mulai menunjukkan kontribusi nyata di lingkungan masing-masing,” pungkasnya.
Pesan serupa disampaikan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo saat menghadiri Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI 2026 di Selabintana Camping Ground, Kabupaten Sukabumi, Kamis (3/9/2026).
Kapolri mengapresiasi PUI dan Gerakan Pramuka yang dinilai konsisten mengambil bagian dalam pembinaan generasi muda.
Menurutnya, pendidikan kepramukaan memiliki posisi penting dalam membentuk generasi yang disiplin, mandiri, terampil, peduli terhadap sesama, serta memiliki semangat pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
Listyo Sigit menegaskan Gerakan Pramuka merupakan salah satu wadah strategis dalam mempersiapkan generasi penerus sekaligus calon pemimpin bangsa.
“Nilai kedisiplinan, kepemimpinan, gotong royong, kemandirian, dan kepedulian sosial menjadi modal penting menghadapi berbagai tantangan ke depan,” ujar Kapolri.
Ia juga menyoroti besarnya potensi bonus demografi Indonesia. Menurutnya, jumlah penduduk usia produktif dapat menjadi kekuatan besar bagi bangsa apabila diikuti dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Upaya tersebut perlu dilakukan melalui pendidikan, penguasaan keterampilan, pembentukan karakter, hingga peningkatan daya saing generasi muda.
Pemerintah juga terus membuka dan memperluas kesempatan bagi generasi muda untuk memperoleh pendidikan berkualitas melalui berbagai program, seperti Sekolah Rakyat, sekolah unggulan, sekolah transformasi, LPDP, serta berbagai program pengembangan sumber daya manusia lainnya.
Kemah Nasional Pramuka PUI 2026 pun diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem pembinaan generasi muda. Dari kegiatan tersebut, diharapkan lahir kader-kader yang tidak hanya memiliki kompetensi dan jiwa kepemimpinan, tetapi juga karakter kuat serta kesiapan untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan Indonesia.


