Lingkup.id – Bandung, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi buka suara terkait sorotan publik atas biaya pemeliharaan Masjid Al Jabbar yang disebut mencapai Rp22 miliar per tahun. Angka fantastis tersebut ramai diperbincangkan setelah muncul unggahan di media sosial yang menelusuri data APBN dan APBD menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI).
Dalam unggahan akun Instagram @assai_id, disebutkan anggaran tersebut digunakan untuk membiayai jasa tenaga kebersihan dengan jumlah pekerja mencapai 273 orang. Jika rata-rata gaji pekerja sebesar Rp5 juta per bulan, total kebutuhan gaji selama setahun diperkirakan menembus Rp17,7 miliar.
Menanggapi polemik itu, Dedi menjelaskan bahwa alokasi Rp22 miliar bukan semata untuk gaji pokok, tetapi mencakup berbagai komponen kewajiban tenaga kerja.
“Berdasarkan keterangan Kepala Badan Pengelola Keuangan Provinsi Jawa Barat, alokasi tersebut diperuntukkan untuk gaji bulanan tenaga kebersihan selama 12 bulan, pembayaran jaminan kesehatan, jaminan kecelakaan kerja, jaminan hari tua, dan THR,” ujar Dedi melalui akun Instagram resminya.
Ia kemudian merinci, gaji pokok tenaga kebersihan berada di angka Rp4,7 juta per orang per bulan. Selain itu, pemerintah juga menanggung sejumlah komponen lain seperti jaminan kecelakaan kerja Rp11.370, jaminan kesehatan Rp189.507, jaminan kematian Rp14.213, dan jaminan hari tua Rp175.294 per orang setiap bulan.
Untuk tunjangan hari raya (THR), setiap pekerja juga memperoleh alokasi sebesar Rp394.806 per bulan dalam skema perhitungan tahunan.
Penjelasan ini sekaligus menjawab spekulasi publik mengenai besarnya biaya operasional salah satu ikon baru Jawa Barat tersebut.
Dedi menegaskan, kritik masyarakat terhadap penggunaan anggaran daerah justru dibutuhkan agar pengelolaan keuangan pemerintah tetap transparan dan akuntabel.
“Saya sangat senang Pemerintah Provinsi Jawa Barat dikritisi setiap detail anggaran agar kami bisa menjunjung tinggi transparansi dan akuntabilitas,” tegasnya.
Masjid Al Jabbar sendiri dibangun menggunakan APBD Jawa Barat sejak 2017 dan diresmikan pada akhir 2022 saat kepemimpinan Ridwan Kamil. Berlokasi di Gedebage, Kota Bandung, masjid ini dirancang bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat edukasi dan wisata religi.
Selain ruang salat utama, kompleks Masjid Al Jabbar dilengkapi museum digital sejarah Islam, ruang edukasi, serta area publik yang kerap menjadi destinasi masyarakat. Namun di balik kemegahan itu, biaya operasional dan pemeliharaan kini ikut menjadi sorotan publik.***(Red)


