Lingkup.id Jawa Barat Cirebon Akhmad Bahar Buka Suara soal Dugaan Tekanan terhadap Putrinya
Cirebon

Akhmad Bahar Buka Suara soal Dugaan Tekanan terhadap Putrinya

Banner Iklan 1400 x 181

Lingkup.id – Cirebon, Polemik antara penulis Akhmad Bahar dengan Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu, Hercules Rosario Marshal, kini berlanjut ke ranah hukum. Perselisihan tersebut mencuat setelah putri Bahar, Ilma Sani Fitriana, mengaku mengalami tekanan psikologis dalam peristiwa yang menyeret nama sejumlah petinggi organisasi tersebut.

Akhmad Bahar menyampaikan, keluarganya justru merasa menjadi pihak yang mengalami tekanan dalam persoalan tersebut. Menurutnya, dugaan masalah bermula dari peretasan nomor WhatsApp miliknya yang kemudian digunakan untuk mengirim video kepada Hercules dan sejumlah pihak terkait.

“Istri Hercules katanya trauma dan terzalimi. Lah yang didatangi dan digerebek itu kami. Anak saya yang dibawa ke markas GRIB, kok malah pihak sana yang disebut korban,” ujar Bahar.

Bahar menuturkan, putrinya sempat didatangi dan dibawa ke markas GRIB untuk dimintai keterangan. Ia mengaku prihatin terhadap kondisi psikologis anaknya yang disebut mengalami tekanan mental akibat peristiwa tersebut.

“Anak saya perempuan, sendirian. Di situ banyak orang besar dan orang-orang gagah. Dia dipersekusi dengan kata-kata yang menyakitkan,” katanya.

Menurut Bahar, persoalan sebenarnya sempat dianggap selesai setelah adanya permintaan maaf dari sejumlah pihak. Namun situasi kembali memanas setelah ada pihak yang kembali mendatangi rumah keluarganya beberapa hari kemudian.

Saat ini, keluarga Bahar telah melaporkan dugaan pelanggaran siber dan tindak pidana umum ke Polda Metro Jaya. Selain itu, pihak keluarga juga menyiapkan laporan tambahan terkait dugaan masuk rumah tanpa izin.

Juru bicara keluarga Bahar, Heru Subagia, mengatakan seluruh persoalan kini telah diserahkan kepada tim advokasi hukum. Ia menegaskan pihak keluarga berharap penyelesaian dilakukan melalui jalur hukum.

“Kami ingin semua persoalan diselesaikan melalui jalur hukum, bukan dengan adu kekuatan ataupun polemik di media sosial,” ujar Heru.

Heru menambahkan, keluarga juga telah menunjuk tim hukum dari LBH PT Muhammadiyah serta menyampaikan laporan kepada Komnas HAM dan Komnas Perempuan untuk mengawal proses yang berjalan.

Pihak keluarga mengaku menghormati proses hukum yang tengah berlangsung dan berharap seluruh pihak dapat menahan diri sembari menunggu penanganan resmi dari aparat berwenang.

Exit mobile version