Lingkup.id, Tasikmalaya – Musyawarah Koordinator Daerah (Muskorda) II Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Tasikmalaya memasuki tahapan penting menjelang pemilihan ketua baru. Sebanyak tiga kandidat telah menyelesaikan pengembalian formulir sekaligus mengambil nomor urut pada Jumat (30/10/2026).
Ketiga kandidat tersebut akan bersaing dalam pemilihan ketua yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis (12/11/2026). Kontestasi ini menjadi momentum penting untuk menentukan arah kepemimpinan dan pengembangan organisasi jurnalis televisi di Tasikmalaya.
Berdasarkan hasil pengambilan nomor urut, Muhammad Asep Hasbi At-Tamimi, jurnalis UTV, memperoleh nomor urut 1. Selanjutnya, Deden Rahadian, jurnalis CNN Indo (Trans Media), mendapatkan nomor urut 2, sedangkan Rambat Eko Setya Budi, jurnalis SCTV, memperoleh nomor urut 3.
Ketua Pelaksana Muskorda II IJTI Korda Tasikmalaya, Yanto Supriatna, mengatakan ketiga kandidat membawa harapan besar bagi kemajuan organisasi. Ia berharap ketua terpilih mampu membawa IJTI Korda Tasikmalaya menjadi lebih baik.
“Tahapan ini merupakan rangkaian pelaksanaan Muskorda IJTI Korda Tasikmalaya. Dengan tiga calon ini, kita berharap ketua terpilih ke depan mampu membawa IJTI Korda Tasik semakin baik,” jelas Yanto.
Ia memastikan seluruh tahapan pemilihan sejauh ini berjalan sesuai agenda yang telah ditetapkan panitia. Proses pengembalian formulir dan pengambilan nomor urut juga berlangsung lancar.
“Alhamdulillah, tahapan hari ini berjalan sesuai agenda. Semua calon menyerahkan formulir dan mengambil nomor urut. Ini bagian dari proses demokrasi organisasi yang kita junjung bersama,” ujarnya.
Kepemimpinan Baru Dihadapkan pada Tantangan Disrupsi Media
Selain menentukan sosok pemimpin baru, Muskorda II IJTI Korda Tasikmalaya juga menjadi momentum untuk mengevaluasi dan memperkuat peran organisasi di tengah perubahan industri media.
Yanto menilai perkembangan teknologi dan disrupsi media menuntut kepengurusan mendatang bergerak lebih cepat serta mampu menyesuaikan diri dengan perubahan.
“Ini Muskorda yang kedua. Artinya, ada harapan besar agar kepengurusan ke depan membawa gerak laju organisasi ke arah yang baru. Apalagi tantangan disrupsi media saat ini tidak ringan, kita harus adaptif,” jelasnya.
Menurutnya, peningkatan kompetensi jurnalis televisi, khususnya dalam menghadapi perkembangan digital, menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian. Di tengah derasnya arus informasi, jurnalis juga dituntut menjaga akurasi melalui proses verifikasi yang ketat.
“Jurnalis televisi harus terus meningkatkan kemampuan, terutama di ranah digital. Verifikasi informasi menjadi hal utama agar publik tidak menerima berita yang keliru,” ucapnya.
Yanto menegaskan keterbukaan dalam setiap tahapan Muskorda menjadi bagian penting untuk menjaga kepercayaan anggota. Karena itu, panitia memberikan ruang kepada seluruh anggota untuk mengikuti dan mengawal proses pemilihan sesuai aturan organisasi.
“Kami ingin seluruh anggota bisa mengikuti dan mengawal proses ini. Panitia berkomitmen menjalankan tahapan secara terbuka dan sesuai aturan organisasi,” katanya.
Ketua Terpilih Diharapkan Rangkul Seluruh Anggota
Kepengurusan baru IJTI Korda Tasikmalaya nantinya diharapkan tidak hanya mampu menjawab tantangan perubahan media, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan soliditas di internal organisasi.
Yanto menilai kemampuan merangkul seluruh anggota menjadi modal penting bagi ketua terpilih untuk membangun organisasi yang lebih kuat dan diperhitungkan.
“Siapa pun yang terpilih nanti, kami harap bisa merangkul semua anggota. Kebersamaan itu penting agar IJTI Korda Tasik semakin solid dan diperhitungkan,” tuturnya.
Melalui Muskorda II ini, IJTI Korda Tasikmalaya berharap proses demokrasi organisasi berjalan lancar hingga hari pemilihan. Ketua terpilih nantinya diharapkan mampu membawa semangat baru, meningkatkan profesionalisme jurnalis televisi, serta memperkuat eksistensi organisasi di tengah dinamika industri media.


