Lingkup.id, Tasikmalaya – Kepolisian Resor Tasikmalaya berhasil mengungkap kasus penculikan bayi yang terjadi di kawasan Masjid Agung Singaparna, Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Pelaku berinisial WD (41) ditangkap kurang dari 24 jam setelah laporan diterima polisi.
Peristiwa penculikan itu dialami seorang ibu rumah tangga berinisial WR (41), warga Kecamatan Leuwisari. Bayi laki-lakinya yang baru berusia dua bulan dilarikan pelaku saat berada di teras Masjid Agung Singaparna.
Menerima laporan tersebut, polisi segera membentuk tim khusus untuk melakukan pengejaran terhadap pelaku sekaligus menyelamatkan korban.
“Tim khusus langsung dibentuk dan bergerak pada malam hari. Kami berhasil mengidentifikasi titik keberadaan terduga pelaku di luar kota dan segera melakukan penindakan,” ujar Kanit PPA Satreskrim Polres Tasikmalaya, AIPTU Josner Ringgo, Jumat.
Pelaku akhirnya ditangkap di Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, yang berjarak ratusan kilometer dari Kabupaten Tasikmalaya. Sementara itu, bayi korban penculikan ditemukan dalam kondisi sehat dan selamat di sebuah rumah kontrakan milik kakak kandung pelaku.
“Alhamdulillah, kurang dari 24 jam setelah laporan kami terima, terduga pelaku penculikan bayi berhasil kami amankan di wilayah Cianjur. Bayi korban juga ditemukan dalam keadaan sehat,” kata Plt Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, Ipda Agus Yusup Suryana.
Hingga kini, polisi masih mendalami motif pelaku yang nekat menculik bayi tersebut. WD saat ini menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Tasikmalaya.
Berdasarkan keterangan korban, WR mengaku telah membuat janji bertemu dengan pelaku di area Masjid Agung Singaparna. Ia mengenal pelaku melalui media sosial dan sebelumnya beberapa kali bertemu, sehingga tidak menaruh rasa curiga.
“Saya kenal dia lewat media sosial, dan dia juga sudah beberapa kali datang, jadi saya tidak curiga,” tutur WR.
Namun, saat pertemuan berlangsung, pelaku secara tiba-tiba meminta agar bayi tersebut diletakkan. Tanpa diduga, pelaku langsung menggendong bayi dan berusaha membawanya pergi. WR sempat mencoba mempertahankan bayinya, namun pelaku mengancam akan melukai korban.
“Saya coba tahan, tapi dia mengancam akan melempar bayi kalau saya teriak atau minta tolong,” ucapnya dengan nada cemas.
Karena takut ancaman tersebut benar-benar dilakukan, WR akhirnya terpaksa melepaskan bayinya. Pelaku kemudian membawa bayi itu menuju sebuah bus yang melintas di sekitar lokasi, diduga mengarah ke jalur Salawu–Garut.
Korban sempat berniat mengejar pelaku hingga ke dalam bus, namun mengurungkan niatnya lantaran khawatir keselamatan bayinya terancam.
“Saya takut dia benar-benar melukai anak saya, jadi tidak berani mengejar,” katanya.
Setelah kejadian, WR bersama keluarga berupaya mencari keberadaan bayinya di sekitar lokasi, namun tidak membuahkan hasil. Mereka kemudian melaporkan peristiwa penculikan tersebut ke Polres Tasikmalaya, yang berujung pada penangkapan pelaku dalam waktu singkat.


