Lingkup.id – Bandung, Ketua Komisi I DPRD Kota Bandung, Radea Respati Paramudhita, menerima kunjungan akademik mahasiswa Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Administrasi Publik Universitas Diponegoro (Undip) Semarang di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Bandung, Senin (22/6/2026).
Kunjungan yang dikemas dalam agenda Visiting Day tersebut menjadi wadah pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengenal secara langsung peran DPRD dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah serta proses penyusunan kebijakan publik yang berdampak kepada masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Radea Respati memaparkan tugas dan fungsi DPRD yang mencakup fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Ia menekankan pentingnya pemahaman generasi muda terhadap proses lahirnya sebuah kebijakan agar mampu melihat regulasi secara utuh dan objektif.
“Mahasiswa sebagai calon pemimpin dan akademisi perlu memahami bahwa setiap kebijakan yang dibuat memiliki dasar pertimbangan, tujuan, dan manfaat bagi masyarakat. DPRD hadir untuk memastikan regulasi yang disusun mampu menjawab kebutuhan serta persoalan yang berkembang di daerah,” ujar Radea.
Salah satu materi yang menjadi perhatian peserta adalah pemaparan mengenai Peraturan Daerah (Perda) tentang Pencegahan dan Pengendalian Perilaku Seksual Berisiko dan Penyimpangan Seksual yang telah disahkan Pemerintah Kota Bandung bersama DPRD. Menurut Radea, regulasi tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan perlindungan bagi masyarakat melalui pendekatan edukasi, pencegahan, serta penguatan peran keluarga dan lingkungan sosial.
Kegiatan berlangsung dinamis melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Mahasiswa aktif mengajukan berbagai pertanyaan terkait mekanisme pembentukan peraturan daerah, pelayanan publik, hingga tantangan yang dihadapi pemerintah daerah dalam menjalankan tata kelola pemerintahan yang efektif dan responsif.
Radea menilai kunjungan akademik seperti ini penting untuk mempererat hubungan antara dunia pendidikan dan lembaga pemerintahan. Selain memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa, kegiatan tersebut juga menjadi ruang pertukaran gagasan yang dapat memperkaya perspektif dalam pembangunan daerah.
Melalui kegiatan ini, DPRD Kota Bandung berharap mahasiswa Administrasi Publik Universitas Diponegoro dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai praktik pemerintahan daerah dan proses perumusan kebijakan publik. Sinergi antara kalangan akademisi dan lembaga legislatif diharapkan terus terjalin guna mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang partisipatif, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. ***(Red)


