LINGKUP.ID, TASIKMALAYA – Persoalan penumpukan sampah di kawasan padat penduduk dengan akses jalan sempit mendorong mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kelompok Tanjung A Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS) menghadirkan solusi berbasis teknologi tepat guna.
Para mahasiswa tersebut berhasil membuat satu unit insinerator ramah lingkungan yang diperuntukkan bagi warga RW 009, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya.
Inovasi itu dibuat untuk membantu warga mengatasi persoalan sampah rumah tangga yang selama ini sulit terangkut akibat kondisi akses jalan di kawasan permukiman.
Jalan yang sempit membuat armada truk pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tasikmalaya tidak dapat masuk hingga ke kawasan RW 009. Kondisi tersebut membuat sampah rumah tangga berpotensi menumpuk dan sebagian warga memilih membakarnya secara terbuka di halaman maupun di sekitar tepi sungai.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN UMTAS kemudian merancang dan membuat alat pengolah sampah yang dinilai sesuai dengan kondisi lingkungan setempat.
“Proses perancangan dan pengerjaan fisik alat insinerator ini dilakukan secara mandiri oleh kami mahasiswa KKN UMTAS selama tiga hari, setelah melewati tahapan uji coba fungsi, penyempurnaan, serta edukasi perawatan kepada warga, alat tersebut resmi diresmikan dan diserahterimakan,” kata Samsul, perwakilan KKN UMTAS Tanjung, Kamis (10/9/2026).
Penyerahan insinerator tersebut dihadiri Lurah Tanjung Ujang Jajat, S.Ag., bersama jajaran staf kelurahan, Ketua RW 009, tokoh masyarakat, serta warga setempat.
Lurah Tanjung Ujang Jajat mengapresiasi langkah mahasiswa UMTAS yang menghadirkan solusi langsung terhadap persoalan lingkungan di wilayahnya.
Menurutnya, keberadaan insinerator dapat menjadi salah satu alternatif pengelolaan sampah secara mandiri, khususnya bagi permukiman yang sulit dijangkau kendaraan operasional pengangkut sampah.
“Alat insinerator ini merupakan bentuk inovasi pengolahan sampah mandiri yang sangat tepat guna bagi warga RW 009, terutama yang lokasinya sulit dijangkau kendaraan operasional DLH. Kami sangat berterima kasih kepada mahasiswa KKN UMTAS atas solusi yang diberikan,” ujar Ujang Jajat.
Pembuatan insinerator menjadi salah satu program unggulan KKN Tematik UMTAS Kelompok Tanjung A. Program tersebut mengusung tema “Mewujudkan Masyarakat Sehat, Cerdas, dan Peduli Lingkungan Melalui Pemberdayaan Berbasis Edukasi dan Inovasi”.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Muhammad Muhajirin, M.Pd., Kons.
Selama menjalani masa pengabdian selama 35 hari, kelompok mahasiswa yang diketuai Sansan Indrawana itu tidak hanya berfokus pada persoalan lingkungan.
Sejumlah kegiatan sosial, pendidikan, dan kesehatan juga dilakukan, di antaranya seminar pencegahan stunting dan edukasi gizi, pendampingan Posyandu, pendampingan belajar di sekolah dasar, hingga kerja bakti lingkungan bersama masyarakat.
Melalui penyerahan insinerator tersebut, mahasiswa KKN UMTAS berharap fasilitas yang telah dibuat dapat dimanfaatkan dan dirawat bersama oleh masyarakat.
Langkah itu diharapkan tidak hanya membantu mengurangi persoalan sampah, tetapi juga mendorong tumbuhnya kesadaran warga untuk mengelola lingkungan secara mandiri dan berkelanjutan.


