Lingkup.id – Bandung, Kasus perundungan terhadap guru di SMAN 1 Purwakarta berujung sanksi tegas. Pihak sekolah akhirnya menjatuhkan hukuman skorsing selama 19 hari kepada sembilan siswa yang terlibat dalam aksi tersebut.
Insiden yang videonya viral di media sosial itu memicu kemarahan publik dan menjadi sorotan luas. Tidak hanya masyarakat, para alumni sekolah juga ikut angkat bicara dan mengecam tindakan para siswa.
Mereka menilai aksi tersebut keterlaluan, terlebih guru yang menjadi korban dikenal sebagai sosok baik hati dan bijaksana di lingkungan sekolah.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengaku prihatin atas kejadian yang dinilai mencoreng dunia pendidikan tersebut. Ia menyebut telah menerima laporan lengkap dari Dinas Pendidikan Jawa Barat.
“Saya cukup prihatin dengan peristiwa tersebut. Orang tua siswa juga sudah dipanggil ke sekolah dan mereka menyesali perbuatan anaknya,” dikutip dari akun instagramnya.
Meski sekolah telah menjatuhkan sanksi skorsing, Dedi menilai hukuman administratif saja belum cukup. Ia mendorong adanya pendekatan pembinaan karakter agar para siswa memahami konsekuensi perbuatannya.
“Saya menyarankan agar tidak hanya skorsing, tetapi diberikan kegiatan yang membentuk karakter seperti membersihkan halaman sekolah, menyapu setiap hari, dan membersihkan toilet,” katanya.
Menurutnya, sanksi pembinaan tersebut bisa diterapkan selama satu hingga tiga bulan, bergantung pada perubahan sikap dan perilaku siswa.
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi dunia pendidikan bahwa tindakan merendahkan guru tidak bisa ditoleransi. Sekolah diharapkan tidak hanya memberi hukuman, tetapi juga membentuk kembali karakter siswa agar kejadian serupa tidak terulang.***(Red)


