August 19, 2026
Bandung, Jawa Barat
Olahraga & Kesehatan

Divie Calon Tunggal, Taekwondo Jabar Siapkan Langkah Pertahankan Prestasi

Lingkup.id – Bandung, Soliditas Pengurus Cabang (Pengcab) Taekwondo Indonesia (TI) se-Jawa Barat menjadi salah satu modal penting untuk mempertahankan dominasi prestasi taekwondo Jawa Barat di tingkat nasional. Konsolidasi organisasi tersebut menjadi salah satu perhatian menjelang Musyawarah Provinsi (Musprov) TI Jawa Barat yang akan digelar di Maja House, Cihideung, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (21/8/2026).

Musprov tersebut sekaligus menjadi momentum untuk menentukan kepengurusan Pengprov TI Jawa Barat periode 2026-2030. Dalam proses penjaringan bakal calon ketua umum, Divie, S.H., M.H. menjadi satu-satunya kandidat yang memenuhi persyaratan pencalonan setelah memperoleh dukungan dari 23 Pengcab dari total 26 Pengcab yang tercatat memberikan suara dalam proses penjaringan.

Sekretaris Pengcab TI Ciamis yang tergabung dalam tim penjaringan bakal calon Ketua Umum Pengprov TI Jawa Barat, Slamet Harto, mengatakan dukungan mayoritas Pengcab menunjukkan adanya kekompakan dalam menghadapi proses regenerasi kepemimpinan organisasi.

“Dari pengurus kita hanya ada calon tunggal yang sudah memenuhi syarat, yaitu Bapak Divie, S.H., M.H. Pak Divie memperoleh 23 suara atau dukungan dari Pengcab di Jawa Barat,” ujar Slamet di Sekretariat Pengprov TI Jawa Barat, Jalan Padjajaran, Kota Bandung, Rabu (19/8/2026).

Menurut Slamet, mekanisme pencalonan mensyaratkan bakal calon memperoleh dukungan minimal 10 Pengcab atau 30 persen. Hingga batas akhir pendaftaran, hanya Divie yang mengambil dan mengembalikan formulir pencalonan.

Namun, perhatian utama dalam Musprov bukan semata soal proses pemilihan ketua umum. Kepengurusan baru nantinya menghadapi tantangan untuk menjaga prestasi Taekwondo Jawa Barat di tengah persaingan nasional yang semakin ketat, terutama dalam menghadapi agenda PON mendatang.

Ketua Pengcab TI Kota Bandung, Dedi Heryadi, mengatakan dukungan kepada Divie diberikan karena pihaknya melihat kondisi organisasi yang kondusif serta capaian prestasi Taekwondo Jawa Barat di tingkat nasional yang masih menjadi salah satu kekuatan utama.

“Melihat kondusivitas Taekwondo Jawa Barat dan prestasinya di tingkat nasional yang masih nomor satu, kita mantap memilih Pak Divie untuk maju lagi,” kata Dedi.

Dedi menilai tantangan ke depan justru terletak pada bagaimana seluruh Pengcab dapat bergerak bersama untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan prestasi. Menurutnya, kepemimpinan Pengprov membutuhkan komunikasi terbuka dengan Pengcab agar berbagai persoalan pembinaan dapat diidentifikasi dan diselesaikan secara bersama.

“Taekwondo Jawa Barat secara silaturahmi dan kekeluargaan sangat dekat. Kita membutuhkan pemimpin yang bisa diajak bicara, berdiskusi dengan Pengcab, menerima masukan dan kritikan, serta menjaga rasa persaudaraan dan persatuan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan persaingan pada PON mendatang akan semakin ketat. Karena itu, Pengcab tidak hanya berperan sebagai pemberi dukungan dalam Musprov, tetapi juga memiliki tanggung jawab mengawal program pembinaan dan memberikan masukan kepada Pengprov.

“Setiap organisasi tentunya ada kelebihan dan kekurangannya. Itu juga menjadi tugas kita dari Pengcab untuk tetap mengawal kepengurusan Pengprov TI Jawa Barat dan menutupi kekurangannya,” kata Dedi.

Sementara itu, Divie mengatakan dukungan mayoritas Pengcab merupakan amanah yang harus dijawab dengan kerja bersama. Ia menegaskan bahwa Pengprov TI Jawa Barat bukan milik individu maupun kelompok tertentu, melainkan wadah bersama seluruh Pengcab.

“Pengprov ini sebenarnya milik Pengcab, bukan milik saya dan bukan milik pengurus Pengprov. Makanya Pengcab harus tetap solid, menjaga silaturahmi, dan mendukung Pengprov secara positif untuk prestasi kita bersama,” ujar Divie.

Ia pun mengajak seluruh Pengcab mempertahankan soliditas dan meningkatkan kualitas pembinaan atlet. Menurutnya, dukungan yang diberikan kepadanya harus diterjemahkan menjadi kerja bersama untuk mempertahankan prestasi Taekwondo Jawa Barat.

“Ini tugas mulia, tetapi ke depannya tetap berat. Saya berharap rekan-rekan, terutama Kota Bandung sebagai pendukung dan Pengcab-Pengcab lainnya, semuanya mendukung. Mari bersama-sama menjaga soliditas, silaturahmi, dan prestasi,” tuturnya.

Musprov TI Jawa Barat pada akhirnya tidak hanya menjadi forum pergantian atau penetapan kepemimpinan, tetapi juga menjadi momentum konsolidasi untuk merumuskan langkah pembinaan empat tahun ke depan. Dengan persaingan nasional yang semakin ketat, soliditas Pengprov dan Pengcab akan menjadi faktor penting dalam menjaga posisi Jawa Barat sebagai salah satu kekuatan utama taekwondo nasional.***(Red)

    Lingkup.id Banner Iklan 960 x 150 px