August 4, 2026
Bandung, Jawa Barat
Informasi Jawa Barat Pemerintah Pendidikan Subang

Guru Ngaji Jadi Garda Terdepan Pembinaan Umat, As-Syifa Perkuat Sinergi

Lingkup.id Subang – Sebanyak 201 guru ngaji dari tujuh wilayah di Kabupaten Subang mengikuti Silaturahim Guru Ngaji yang digelar Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, Sabtu (1/8/2026).

Mengusung tema “Menguatkan Kompetensi dan Ukhuwah Guru Ngaji untuk Mewujudkan Generasi Qurani”, kegiatan yang berlangsung di Aula Mubarok Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah ini menjadi momentum untuk memperkuat kapasitas guru ngaji sekaligus mempererat ukhuwah dalam membina masyarakat melalui pendidikan Al-Qur’an.

Para peserta berasal dari wilayah Kumpay, Tambakmekar, Bunihayu, Tambakan, Jalancagak, Kasomalang, serta Cipaku-Wanareja.

Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah terhadap peran strategis guru ngaji sebagai ujung tombak pembinaan keagamaan di tengah masyarakat.

Di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis, guru ngaji dituntut tidak hanya memiliki kemampuan dalam mengajarkan Al-Qur’an, tetapi juga mampu menyesuaikan metode pembelajaran, mengelola majelis, serta membimbing peserta didik sesuai tantangan zaman.

Melalui forum silaturahim ini, para guru ngaji juga mendapat ruang untuk berbagi pengalaman, memperluas wawasan, memperbarui kompetensi, dan mendiskusikan berbagai persoalan yang dihadapi dalam aktivitas pembinaan di masyarakat.

Kegiatan ini terselenggara melalui sinergi Departemen Syiar dan Pembinaan Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, LAZ As-Syifa Peduli, dan Badan Wakaf As-Syifa.

Selain silaturahim, agenda diisi dengan materi penguatan kompetensi, pemaparan program pemberdayaan umat, sesi tanya jawab, hingga foto bersama.

Sekretaris Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, H. Budi Mulia, mengatakan keberadaan guru ngaji memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan pendidikan Al-Qur’an sekaligus membentuk generasi penerus.
Ia mengapresiasi dedikasi para guru ngaji yang terus mengabdikan diri membimbing masyarakat.

“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh bapak dan ibu guru ngaji atas pengabdiannya dalam mendidik masyarakat. Apa yang dilakukan hari ini merupakan amal jariyah yang insyaAllah akan terus mengalir pahalanya. Semoga Allah SWT mengangkat derajat para guru Al-Qur’an di sisi-Nya,” ujarnya.

Menurutnya, Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah akan terus berupaya menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi umat dan peradaban. Karena itu, kolaborasi dengan para guru ngaji dinilai penting untuk memperluas syiar dan pembinaan Al-Qur’an di tengah masyarakat.

Sementara itu, Direktur Direktorat Pembinaan Umat Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, Ustadz Wasis Samekto, S.Sos., menyebut guru ngaji sebagai salah satu garda terdepan dalam memberikan pembinaan keagamaan kepada masyarakat.

Ia berharap para guru ngaji senantiasa diberi kekuatan dalam menjalankan amanah tersebut.

“Semoga seluruh guru ngaji senantiasa diberikan sakinah, rahmat, dan kekuatan oleh Allah SWT dalam menjalankan amanah mulia membimbing umat menuju kehidupan yang lebih dekat dengan Al-Qur’an,” tuturnya.

Penguatan kapasitas guru ngaji juga menjadi salah satu materi utama yang disampaikan Manajer Departemen Syiar dan Pembinaan Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, Dr. H. Gozali, Lc., M.Pd.

Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya kesungguhan dan keistiqamahan dalam berdakwah serta mengajarkan Al-Qur’an.

Ia mengutip pesan dalam Surah Al-Ankabut ayat terakhir sebagai motivasi agar para guru ngaji terus bersungguh-sungguh dalam menjalankan perjuangan di jalan Allah SWT.

Selain itu, Surah Maryam ayat 12 menjadi pengingat tentang pentingnya mengerahkan potensi dalam menjaga dan mengajarkan Al-Qur’an secara konsisten. Sementara Surah Thaha ayat 1–2 menjadi dorongan untuk terus menghidupkan syiar Al-Qur’an di tengah masyarakat.

“Semoga dengan meningkatnya kompetensi para guru ngaji serta semakin eratnya silaturahim di antara kita, Allah SWT membukakan jalan-jalan kebaikan, solusi, dan keberkahan, termasuk meningkatnya kesejahteraan bagi para pejuang Al-Qur’an,” ungkapnya.

Salah seorang peserta, Ust. Cepi Sutanto, S.Pd., S.Ag., Guru Ngaji Rumah Qur’an Yanhis, menyambut positif kegiatan tersebut.

Menurutnya, forum seperti ini tidak hanya menambah wawasan dan pengetahuan, tetapi juga menjadi kesempatan bagi para guru ngaji untuk memperbarui kemampuan sekaligus memperluas jaringan silaturahim.

“Silaturahim seperti ini sangat membantu, baik dari sisi keilmuan maupun informasi. Kemampuan guru ngaji memang harus terus diperbarui mengikuti perkembangan zaman.

Ke depan, saya berharap ada pelatihan yang lebih spesifik, misalnya tentang metode pembelajaran Al-Qur’an atau sanad Surat Al-Fatihah,” tuturnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat digelar secara berkelanjutan sehingga berbagai persoalan yang dihadapi guru ngaji di lapangan dapat dibahas dan dicarikan solusi bersama.

Melalui kegiatan ini, Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah berharap sinergi bersama para guru ngaji semakin kuat dan berkelanjutan. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan syiar Al-Qur’an, meningkatkan kualitas pembinaan, sekaligus mendorong lahirnya generasi yang mencintai Al-Qur’an, berakhlak mulia, dan memiliki kepedulian sosial.

Dengan semangat kebersamaan, para guru ngaji diharapkan tidak hanya menjadi pengajar Al-Qur’an, tetapi juga menjadi penggerak kebaikan dan pembinaan umat di tengah masyarakat.(HR)

    Lingkup.id Banner Iklan 960 x 150 px