Lingkup.id, Tasikmalaya – Bank Indonesia (BI) Tasikmalaya bersama pemerintah daerah di wilayah Priangan Timur resmi meluncurkan pengembangan terbaru SINDANG PRIATIM (Sinergi Data Ngahiji Priangan Timur) yang kini dilengkapi teknologi Artificial Intelligence (AI). Platform ini dirancang untuk memperkuat pengendalian inflasi melalui integrasi data harga dan pasokan pangan lintas daerah, sekaligus menghadirkan sistem peringatan dini terhadap potensi kenaikan harga pangan.
Peluncuran yang digelar pada Kamis (30/7/2026) tersebut dilakukan oleh Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya, Azhar Livaldy Setyawigoena, bersama perwakilan pemerintah daerah di Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, dan Kabupaten Pangandaran.
Melalui platform ini, pemerintah daerah dapat memantau perkembangan harga pangan, kondisi pasokan, neraca pangan, surplus maupun defisit komoditas, hingga pelaksanaan program stabilisasi harga sebagai bahan koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Sistem terbaru juga dibekali fitur Early Warning System dan proyeksi harga berbasis AI yang mampu mengolah data historis harga pangan untuk memprediksi potensi pergerakan harga di masa mendatang.
Selain itu, SINDANG PRIATIM juga menyediakan informasi neraca pangan, pemantauan pasokan komoditas strategis, data surplus dan defisit antarwilayah, hingga lokasi Operasi Pasar Murah (OPM) dan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang terintegrasi dengan peta digital sehingga memudahkan masyarakat memperoleh informasi terkait program stabilisasi harga.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya, Azhar Livaldy Setyawigoena, menegaskan bahwa kualitas data menjadi fondasi penting dalam penyusunan kebijakan pengendalian inflasi.
“Pengendalian inflasi membutuhkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya. Melalui SINDANG PRIATIM, data dari berbagai daerah dapat dihimpun dalam satu platform sehingga dapat mendukung identifikasi tekanan harga dan koordinasi kebijakan secara lebih dini dan terarah,” ujarnya.
SINDANG PRIATIM sendiri mulai dikembangkan sejak tahun 2024 sebagai dashboard pemantauan harga pangan harian. Seiring waktu, sistem tersebut terus disempurnakan dengan penambahan fitur informasi pasokan, neraca pangan, analisis pergerakan harga, hingga pendukung perencanaan intervensi dan evaluasi kebijakan.
Dalam implementasinya, pemerintah daerah memiliki peran dalam penyediaan, pemutakhiran, serta validasi data sesuai kewenangannya. Setelah diverifikasi, data tersebut akan menjadi dasar penyusunan kebijakan, penentuan langkah intervensi, serta evaluasi program pengendalian inflasi. Bank Indonesia Tasikmalaya juga akan memberikan pendampingan melalui pelatihan teknis, penguatan kapasitas pengelola data, dan evaluasi berkala agar kualitas data tetap terjaga.
Melalui pengembangan SINDANG PRIATIM berbasis AI ini, Bank Indonesia bersama pemerintah daerah berharap respons terhadap gejolak harga pangan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran, sehingga stabilitas harga tetap terjaga dan daya beli masyarakat di wilayah Priangan Timur semakin kuat.


