June 8, 2026
Bandung, Jawa Barat
Informasi Jawa Barat Peristiwa Subang

Isu Alih Fungsi Lahan Nanas di Jalancagak Jadi Pembibitan Tebu, Dirut PT BMN: Ikon Nanas Tetap Terjaga

Lingkup.id, SUBANG – Isu alih fungsi lahan tanaman nanas di kawasan Jalancagak, Kabupaten Subang, yang kini digunakan untuk program pembibitan tebu, menjadi sorotan masyarakat. Sebagian pihak menilai penggunaan lahan tersebut berpotensi menghilangkan identitas Jalancagak yang selama ini dikenal sebagai sentra nanas dan ikon khas Kabupaten Subang.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama PT Berkah Monara Nusantara (BMN), Indra Irawan, menegaskan bahwa program pembibitan tebu yang saat ini berjalan tidak akan menghilangkan keberadaan tanaman nanas sebagai ciri khas Jalancagak.

Saat ditemui, Indra membenarkan bahwa sebagian lahan yang dikelola PT BMN saat ini digunakan untuk kegiatan pembibitan tanaman tebu. Namun, menurutnya, penggunaan lahan tersebut hanya sebagian kecil dari total areal perkebunan yang dikelola perusahaan.

“Kami dari PT BMN ditunjuk oleh pemerintah melalui kementerian terkait untuk menyediakan lahan dalam mendukung program swasembada pangan nasional, khususnya untuk pembibitan tanaman tebu,” ujar Indra.

Ia menjelaskan, lahan kerja sama operasi (KSO) yang dikelola PT BMN memiliki luas sekitar 448 hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 113 hektare ditanami teh, sedangkan 345 hektare lainnya ditanami nanas.

“Dari total 345 hektare lahan nanas, hanya sekitar 100 hektare yang digunakan untuk program pembenihan tebu. Jadi tidak benar jika ada anggapan bahwa ikon nanas Jalancagak akan hilang atau musnah,” tegasnya.

Menurut Indra, program tersebut murni merupakan program pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian dalam rangka mendukung swasembada pangan nasional yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Ia menambahkan, PT BMN hanya bertugas membudidayakan benih tebu yang nantinya akan disalurkan kepada masyarakat melalui skema Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL).
Dalam pelaksanaannya, program tersebut juga akan melibatkan pemerintah desa, masyarakat sekitar, serta dinas terkait di Kabupaten Subang untuk proses pendataan dan penyaluran benih.

“Jadi, ikon nanas Jalancagak tetap terjaga dan tidak akan musnah. Program ini hanya untuk pembudidayaan benih tebu yang nantinya disebarluaskan kepada masyarakat,” katanya.

Indra berharap masyarakat dapat memahami bahwa program pembibitan tebu tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional tanpa mengabaikan keberadaan komoditas nanas yang telah menjadi identitas Jalancagak dan Kabupaten Subang.(HR)

    Lingkup.id Banner Iklan 960 x 150 px