Lingkup.id, Subang — Kehadiran industri kendaraan listrik seperti BYD dan VinFast mulai memberikan dampak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja, khususnya di Jawa Barat. Data terbaru menunjukkan, hampir 50 persen pekerja yang direkrut berasal dari wilayah Jawa Barat.
Untuk perusahaan BYD, jumlah tenaga kerja yang telah direkrut berasal dari berbagai daerah, di antaranya Subang sebanyak 299 orang, Karawang 220 orang, Bekasi 144 orang, Purwakarta 112 orang, Bandung 91 orang, Cirebon 75 orang, Indramayu 63 orang, Kuningan 50 orang, Majalengka 28 orang, dan Bogor 19 orang. Sementara pekerja dari luar Jawa Barat mencapai 937 orang yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
Sedangkan untuk VinFast, tenaga kerja yang terserap antara lain dari Subang sebanyak 317 orang, Karawang 84 orang, Bekasi 63 orang, Purwakarta 51 orang, Bandung 32 orang, Cirebon 23 orang, Indramayu 22 orang, Tegal 14 orang, Kuningan 13 orang, dan Bogor 13 orang.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Subang, Rona Mairansyah, menyebutkan, dominasi tenaga kerja lokal ini menjadi sinyal positif bagi peningkatan ekonomi daerah, meski masih terdapat kebutuhan tenaga ahli dari luar daerah.
“Kalau dari data yang ada, hampir 50 persen karyawan berasal dari Jawa Barat. Ini tentu menjadi kabar baik karena industri mulai menyerap tenaga kerja lokal,” ujar Rona.
Namun demikian, ia mengakui bahwa masih banyak posisi strategis yang diisi oleh tenaga kerja dari luar Jawa Barat, terutama untuk kebutuhan keahlian khusus.
“Untuk tenaga kerja dari luar Jawa Barat, umumnya mereka memiliki keahlian khusus, seperti tenaga senior expertise atau kemampuan bahasa Mandarin yang memang belum banyak tersedia di daerah,” jelasnya.
Ke depan, pihaknya berharap kebutuhan tenaga kerja dengan keterampilan teknis dapat lebih banyak dipenuhi oleh masyarakat lokal, seiring dengan meningkatnya pelatihan dan kesiapan sumber daya manusia di daerah.
“Mulai tahun ini kebutuhan technical skill cukup tinggi. Harapannya, ke depan sebagian besar bisa diisi oleh tenaga kerja lokal melalui peningkatan kompetensi dan pelatihan,” tambahnya.
Pemerintah daerah pun terus mendorong peningkatan kualitas tenaga kerja melalui berbagai program pelatihan vokasi, agar mampu bersaing dan memenuhi kebutuhan industri yang terus berkembang, khususnya di sektor kendaraan listrik.(HR)


