September 15, 2026
Bandung, Jawa Barat
Bandung Raya Pemerintah Teknologi

SADA JABAR, Aplikasi Baru Permudah Program Pemprov Jabar Lebih Tepat Sasaran

Kota Bandung. Lingkup.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) mengembangkan aplikasi Satu Data Jawa Barat (SADA JABAR) yang mengintegrasikan berbagai data sektoral, seperti pendidikan, ketenagakerjaan, kesehatan, kemiskinan, sosial dan kependudukan. Dengan data yang terpadu, Pemprov Jabar dapat memastikan program dan kegiatan yang dilaksanakan lebih tepat sasaran karena keputusan tidak diambil hanya berdasarkan perkiraan.

Aplikasi buatan Dinas Komunikasi dan Informatika Jabar tersebut mengintegrasikan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) serta data pembangunan Jawa Barat sehingga memberikan gambaran yang lebih komprehensif.

Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman mengatakan, transformasi digital melalui SADA JABAR menjadi penting karena pemerintah tidak mungkin menyelesaikan persoalan masyarakat jika tidak mengetahui kondisi riil di lapangan.

Data yang digunakan pemerintah harus mampu menggambarkan persoalan masyarakat secara detail, bahkan hingga tingkat individu dan alamat.

“Untuk kesehatan, untuk pendidikan, untuk pengangguran, untuk kemiskinan, diketahui by NIK, by address. Kita tahu kedalaman,” ucap Herman dalam sambutannya saat menghadiri Forum Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat se-Jawa Barat di Ruang Rapat Papandayan, Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (3/9/2026).

Dengan basis data tersebut, setiap masalah masyarakat diidentifikasi berdasarkan kondisi dan kebutuhan warga yang sebenarnya.

Herman mengibaratkan pendekatan tersebut seperti seorang dokter yang harus mengetahui secara tepat penyakit pasien sebelum menentukan obat dan dosisnya.

“Kalau diagnosa harus tahu persis sakitnya apa. Kalau ingin jenis obatnya tepat, ingin dosisnya tepat, mau tidak mau harus tahu kedalaman. Makanya kami bantu untuk tahu kedalaman,” ujarnya.

Selanjutnya, data diterjemahkan menjadi tindakan yang mampu mengubah kondisi masyarakat.

“Yang akan kita tuju adalah Jabar bebas anak tidak sekolah. Kalau rata-rata anak sekolah naik, indeks pendidikan naik, IPM pasti naik,” ujar Herman.

Di bidang kesehatan, pemerintah juga akan mendorong penurunan angka kematian ibu dan bayi serta TBC. Sementara persoalan pengangguran dan kemiskinan akan menjadi sasaran berikutnya.

“Itu yang akan kita hajar di sini dengan pembangunan. Tetapi kudu gancang, murah, mudah, baik, aman,” tegasnya.

    Lingkup.id Banner Iklan 960 x 150 px