October 6, 2026
Bandung, Jawa Barat
Informasi Olahraga & Kesehatan

NPCI Kota Bandung Bidik Juara Umum Peparda 2026, Atlet Diminta “Siap Tempur”

Lingkup.id, Bandung – Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43 tingkat Kota Bandung tak sekadar menjadi seremoni. Di tengah semakin dekatnya gelaran Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) 2026, momentum tersebut justru dimanfaatkan National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) Kota Bandung untuk menegaskan satu target memburu gelar juara umum.

Ketua NPCI Kota Bandung Yadi Sofyan mengatakan, kontingen Kota Bandung siap memberikan prestasi maksimal pada Peparda 2026. Dukungan Pemerintah Kota Bandung terhadap pembinaan olahraga disabilitas menjadi energi tambahan bagi atlet untuk tampil kompetitif.

“Maknanya kita semakin jelas sekarang bahwa komitmen Wali Kota itu bagus untuk NPCI Kota Bandung. Saya sampaikan juga di sini bahwa kita NPCI Kota Bandung siap untuk memberikan yang terbaik, prestasi yang terbaik untuk Kota Bandung,” ujar Yadi Sofyan saat peringatan Haornas ke-43 tingkat Kota Bandung di GOR Bandung, Jalan Jakarta, Selasa (6/10/2026).

Yadi menegaskan, NPCI Kota Bandung tidak ingin menjadikan keterbatasan sebagai alasan. Menurutnya, berbagai kendala yang muncul dalam persiapan harus dihadapi dengan semangat dan fokus pada target utama.

“Untuk saat ini enggak. Apa pun kendalanya tetap kita harus semangat menjadi juara umum,” tegasnya.

Semangat mengejar prestasi semakin menguat setelah Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan komitmen pemberian bonus bagi atlet yang mampu meraih prestasi.

Bagi Yadi, bonus bukan sekadar penghargaan setelah pertandingan, tetapi juga dapat menjadi pemantik motivasi bagi atlet untuk berjuang lebih keras.

“Apalagi tadi Pak Wali bilang, beliau nanya Pak Kadis, ‘Siap memberikan bonus yang terbaik?’ Siap! Nah, itu mungkin jadi motivasi bagi kami untuk disampaikan ke atlet bahwa nanti akan diberikan bonus yang terbaik dari Kota Bandung apabila ada atlet yang berprestasi,” ungkapnya.

Dengan waktu menuju Peparda 2026 yang semakin terbatas, NPCI Kota Bandung kini menggeser fokus pada penguatan akhir persiapan. Intensitas latihan akan ditingkatkan, sementara atlet didorong menjaga disiplin, kondisi fisik, dan kesiapan mental.

“Kita tetap akan mengintensifkan latihan. Kita di sisa waktu yang sempit ini akan motivasi atlet untuk bersungguh-sungguh berlatih dalam kondisi apa pun,” katanya.

Yadi juga menanamkan perspektif jangka panjang kepada para atlet. Menurutnya, Peparda bukan sekadar arena perebutan medali atau gelar juara umum, melainkan bagian dari tangga pembinaan menuju kompetisi yang lebih tinggi.

“Saya tanamkan ke atlet, lihatlah ke depan. Karena Peparda itu bukan akhir dari prestasi mereka. Ini adalah awal untuk mereka menuju ke Peparnas, ke ASEAN Para Games, ke jenjang yang lebih tinggi,” ujarnya.

Karena itu, setiap atlet diminta tidak larut dalam persoalan selama masa persiapan. Fokus harus diarahkan pada pertandingan dan kesempatan mengukir prestasi untuk Kota Bandung.

Yadi bahkan meminta seluruh atlet memiliki mental bertanding yang kuat. Tantangan sekecil apa pun, kata dia, harus dihadapi sebagai bagian dari proses membentuk atlet yang tangguh.

“Jadi kendala-kendala pun yang sekecil apa pun, sebesar apa pun harus kita hadapi, bahwa atlet itu harus siap tempur,” tegas Yadi.

Dengan target juara umum yang dipatok, sisa waktu persiapan Peparda 2026 menjadi periode krusial bagi NPCI Kota Bandung. Atlet, pelatih, dan pengurus dituntut menjaga konsistensi hingga pertandingan dimulai.

Bagi NPCI Kota Bandung, Haornas kali ini bukan hanya tentang merayakan olahraga, tetapi tentang mengirim pesan tegas: kontingen Kota Bandung datang ke Peparda 2026 untuk bertarung dan mengejar gelar juara umum.***(Red)

    Lingkup.id Banner Iklan 960 x 150 px