June 24, 2026
Bandung, Jawa Barat
Jawa Barat Pendidikan Sumedang

569 Mahasiswa UPI Siap Mengabdi di Sumedang, Bawa Misi Atasi Stunting hingga Kembangkan UMKM

Lingkup.id, Sumedang – Sebanyak 569 mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) resmi dilepas untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Semester Genap 2026 di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Pelepasan peserta KKN dilakukan langsung oleh Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, di Lapangan Kantor Kecamatan Cisitu, Rabu (24/6/2026).

Acara pelepasan turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Kapolres Sumedang, Danramil Situraja, Camat Cisitu, para kepala desa, serta jajaran pimpinan UPI Kampus Sumedang.

Dalam program bertajuk “Kampus Berdampak Sauyunan” tersebut, ratusan mahasiswa akan ditempatkan di 48 desa dan kelurahan yang tersebar di 12 kecamatan di Kabupaten Sumedang. Mereka akan didampingi oleh 48 dosen pembimbing lapangan selama menjalankan pengabdian kepada masyarakat.

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN di wilayahnya. Menurutnya, program ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Mahasiswa hadir bukan hanya untuk belajar dari masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari solusi melalui penerapan ilmu pengetahuan yang dimiliki. Ini menjadi jembatan antara teori di kampus dengan kondisi nyata di lapangan,” kata Dony.

Ia menjelaskan, tema KKN tahun ini selaras dengan sejumlah program pembangunan daerah, seperti penanganan stunting, pengelolaan sampah, pengembangan sektor pariwisata, pemberdayaan UMKM, hingga penguatan pertanian terpadu.

“Tadi temanya sangat jelas berkaitan tematik, ‘kampus berdampak Sauyunan‘ bagaimana mahasiswa UPI bisa hadir memberikan solusi berkaitan dengan stunting, dengan persampahan, berkaitan dengan pengembangan wisata, dan juga mengembangkan UMKM serta pertanian terpadu,” ujarnya.

Selain itu, mahasiswa juga didorong untuk berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan, termasuk melalui upaya pengendalian hama yang kerap mengganggu sektor pertanian.

“Pak Kapolres tadi berpesan kepada mahasiswa untuk ikut memberantas hama tikus juga, yang itu bisa dilombakan dan bisa berdampak tentang ketahanan pangan di Sumedang, dan berdampak ketahanan pangan secara nasional,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kemitraan UPI, Prof. Agus Setiabudi mengatakan, KKN merupakan bagian penting dari proses pendidikan yang memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam menghadapi berbagai persoalan sosial di masyarakat.

“Ini adalah bagian dari program KKN yang kita laksanakan. Selain di Kampus Sumedang, kita melaksanakan di beberapa kabupaten lain. Yaitu Ciamis, Garut, dan Bandung. Ini adalah sebagian besar mahasiswa dari kampus Sumedang, tetapi juga ada dari kampus-kampus lain,” kata Agus.

Menurutnya, para peserta tidak hanya dituntut memahami kondisi lapangan, tetapi juga mampu mengidentifikasi masalah serta merancang solusi yang relevan berdasarkan disiplin ilmu yang mereka miliki.

“Mahasiswa akan berhadapan dengan berbagai persoalan nyata, mulai dari lingkungan, ekonomi masyarakat, hingga kesehatan. Pengalaman ini menjadi bekal penting untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah,” katanya.

Agus juga mengingatkan peserta agar mampu beradaptasi dengan lingkungan baru, memahami budaya masyarakat setempat, serta menjalin komunikasi yang baik selama pelaksanaan KKN. Para mahasiswa UPI berasal dari tiga program studi yang ada di kampus Sumedang.

“Ya tentu berinteraksi dengan masyarakat walaupun mereka sehari-hari juga. Demikian ya, tetapi ini kan di lingkungan baru, mereka akan harus melakukan adaptasi, mereka akan harus mempelajari tadi sampaikan Pak Bupati, kondisi masyarakatnya, kulturnya dan sebagainya, itu memerlukan adaptasi terlebih dahulu,” pesannya.

Hal senada dikatakan Kadiv P2MB Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Sandey Tantra Paramitha mengatakan, Kegiatan KKN diarahkan untuk mendukung pencapaian sejumlah target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), program Asta Cita, serta nilai-nilai Panca Waluya yang menjadi bagian dari pembangunan karakter di Jawa Barat.

“Kami berharap mahasiswa dapat berkontribusi aktif dalam pemberdayaan masyarakat dan menghadirkan solusi yang berkelanjutan. Selain menjadi sarana pengabdian, KKN juga diharapkan memberikan pengalaman berharga yang akan membentuk karakter dan kompetensi mahasiswa,” katanya.

Salah seorang mahasiswi KKN, Albina mengaku antusias mengikuti program tersebut. Ia bersama rekan-rekannya telah menyiapkan berbagai rencana kegiatan yang akan dilaksanakan di desa lokasi penugasan.

“Kami senang bisa terjun langsung ke masyarakat. Semoga program yang dijalankan berjalan lancar, mendapat dukungan warga, dan memberikan manfaat positif bagi masyarakat setempat,” katanya.

Berbagai program yang akan dijalankan mahasiswa antara lain penyuluhan kesehatan terkait pencegahan stunting, pendampingan UMKM lokal, serta kegiatan edukasi di sekolah-sekolah dasar.

“Dari segi kesehatan untuk yang sekarang kan lagi musim stunting, terus dari UMKM yang ada di daerah setempat, lalu untuk ke SD SD penyuluhan,” pungkasnya.

    Lingkup.id Banner Iklan 960 x 150 px